Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sofyan Wanandi Menyesal Masuk ke Pemerintahan

Athurtian , Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2015 |15:52 WIB
   Sofyan Wanandi Menyesal Masuk ke Pemerintahan
Sofyan Wanandi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sofyan Wanandi sosok yang dikenal sebagai pengusaha ulung yang selalu mengkritik kebijakan pemerintah. Namun, kini dia ditarik sebagai koordinator Tenaga Ahli Wakil Presiden dalam jajaran kepemerintahan.

"Sekarang ini banyak mengkritiki, mana hasilnya," ujar dia dalam Dialog Investasi Nasional di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (3/2/2015)

Dia menjelaskan, hal itu dikarenakan minimnya pengetahuan birokrasi pejabat yang diusung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Kita juga kewalahan mengatur birokrasi lebih baik, bagaimana mengoordinasikan kabinet yang sebagian besar tidak pengalaman dalam birokrasi," katanya.

Sofjan menilai, struktur kabinet kerja usungan Jokowi, hanya ada sekitar lima birokrat yang pengalaman dalam berbirokrasi. Hal ini lantaran sebagian datangnya dari parpol, intelektual dan pengusaha. "Tetapi ada pengusaha juga yang tidak bisa bekerja dalam suatu birokrasi," imbuhnya.

"Saya juga merasa salah masuk ke bidang pemerintahan, pengalaman politik sedikit. Umur di atas 70 masuk ke pemerintah," katanya.

Di sisi lain dia menjelaskan, kondisi perekonomian ekonomi menghadapi banyak tantangan seperti, kendala ekonomi karena memanasnya perpolitikan dalam negeri.

"Hambatan politik belum selesai ternyata, masih banyak merasa ditinggal atau tidak seperti maunya. Tapi antara KPK dan polisi yang dua-duanya perlu diselamatkan," imbuhnya.

"Selain itu, penurunan ekspor menyebabkan turunnya harga komoditas yang kian menjadi beban pemerintah," tukasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement