Meski demikian, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sepakat tidak akan menyebar dividen. Presiden Direktur VIVA Anindya Novyan Bakrie mengatakan, laba tersebut akan digunakan untuk memperkuat modal perseroan.
"Kami sangat mengapresiasi dukungna penuh dari pemegang saham untuk terus memperkuat bisnis perusahaan dengan menambah modal perseroan. RUPS VIVA setuju laba bersih 2014 untuk perkuat modal," jelas Anindya di Jakarta, Jumat (17/4/2015).
Menurut dia, laba bersih perseroan pada 2014 meningkat 34,02 persen dari posisi laba 2013 sebesar Rp107,39 miliar. Melalui peningkatan laba itu, perusahaan mendapatkan pendapatan Rp 2,25 triliun di 2014. Adapun, EBITDA perseroan, tumbuh sebesar 32,3 persen atau menjadi Rp 865,7 miliar.
Sekadar informasi, rapat kali ini juga setuju untuk mengangkat Erick Thohir sebagai Presiden Komisaris VIVA. Erik Tohir menggantikan Rachmat Gobel yang melepas jabatan karena menjadi Menteri Perdagangan.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.