Direktur Indef, Eny Sri Hartati, mengatakan, selama ini kerjasama Indonesia dengan negara-negara Afrika masih terbilang minim. Untuk itu, KAA bisa menjadi kesempatan baik jika ingin membangun kerjasama dengan negara di daratan Afrika.
"KAA ini jadi momentum Indonesia karena potensi Afrika sekarang ini luar biasa," ungkapnya ketika ditemui di wilayah Menteng, Jakarta, Senin (20/4/2015).
Menurutnya, sudah saatnya Indonesia melirik negara-negara yang selama ini belum menjadi target ekspor. Dia mengatakan, hajatan ini tidak boleh hanya menjadi ceremonial biasa, tanpa adanya manfaat khusus bagi Indonesia.
"Ini jadi potensi, peluang pasar ekspor kita, karena kan kita kesulitan diversifikasi ekspor, sekarang ini jadi momentum. Ini peluang, sebab itu kita inginkan KAA tidak sekedar ceremonial biasa tapi benar-benar ada visinya," katanya.
Dia mengatakan, bahwa gelaran bertaraf internasional seperti Konferensi Asia Afrika (KAA) tersebut bisa menjadi pintu masuk untuk ke Afrika. "Selama ini jadi stigma Afrika identik bahwa miskin, terbelakang, sumber penyakit, padahal dari data, Afrika justru di atas Asia pertumbuhan ekonominya," tambahnya.
Menurutnya, beberapa negara pertumbuhan ekonominya sudah double digit. Tentu hal ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengincar pasar Afrika. "Apalagi kebtuhan Afrika ini masih basic need, seperti makanan jadi, tekstil, produk tersebut kita masih punya competitiveness," kata Eny.
Eny menyebutkan, secara rata-rata ekonomi negara di Afrika tumbuh sekitar 8 persen, meskipun dulunya dari level yang rendah sekali.
Menurut Eny, selama ini Indonesia masih memandang sebelah mata negara di daratan Afrika. Kini sudah saatnya, ucap dia, Indonesia mengubah pandangan dan mulai mengadakan kerjasama dengan negara-negara Afrika.
"Itu akan jadi pasar potensial ekspor kita, potensi sangat besar, karena ini kan puluhan negara, yang memang selama ini mereka tidak berkembang karena selalu dikaitkan dengan konflik," tandasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.