Plt Kepala Departemen Pengedaran Uang BI Eko Yulianto mengatakan, ada salah turis yang tertangkap di Batam lantaran membayar makanan dengan dolar Singapura.
"Beli makanan dengan harga 23 dolar Singapura, ditangkap polisi karena polisi di sana sudah mendapat arahan tentang peraturan ini dari kepolisian Kepulauan Riau," ungkapnya di Hotel Sheraton, Sabtu (9/5/2015).
Dia mengatakan sebelum aturan ini digalakkan, di wilayah perbatasan dan beberapa daerah penggunaan mata uang asing terbilang tinggi. "Di Batam sebagian besar pakai dolar Singapura, minum kopi saja pakai dolar," katanya.
Untuk itu, BI telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian agar aturan ini bisa berjalan dengan baik. "Saya bicara kalau di Pasar Baru (Bandung) kalau ada turis Malaysia beli sepatu pakai ringgit tangkap, itu melanggar aturan," tukasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.