JAKARTA - Kasus beli iPhone dapat sabun yang sedang ramai diperbincangkan saat ini disinyalir mengandung persaingan bisnis antar perusahaan e-commerce yang bersangkutan.
Namun menurut ketua Indonesia E-Commerce Association (idEA) Daniel Tumiwa seharusnya saat ini belum ada suatu hal yang mendasari persaingan di ranah e-commerce terjadi.
Pasalnya saat ini peluang bisnis e-Commerce masih sangat besar. Pangsa pasarnya di Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang.
"Pangsa pasar dari e-commerce itu masih sekitar di bawah 1 persen dari pangsa pasar retail offline. Bahkan yang pakai internet saja masih sangat sedikit yang berbelanja e-commerce. Jadi Marketnya belum tersentuh, tidak perlu khawatir kalau ada yang mau ambil pelanggan kita," tutur Daniel saat dihubungi Okezone, Jumat (3/7/2015).
Menurutnya, penetrasi perkembangan internet di Indoensia memang sangat besar. Tapi pengetahuan tentang e-commerce masih sangat minim dari masyarakat Indonesia yang berjumlah sekitar 250 juta.
Oleh karena itu, lanjut Daniel, saat ini justru seluruh pelaku e-Commerce sedang bahu membahu untuk membangun pasar, dengan mengedukasi masyarakat terkait aman dan nyamannya berbelanja secara online.
"Jadi seluruh pelaku masing-masing merek masih mempunyai ruang untuk terus berkembang. Masih jauh untuk mengkhawatirkan persaingan. Karena industri ini baru mulai untuk tumbuh," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.