Nantinya, ICE bersaing dengan pusat pameran dan konvensi lainnya seperti JI EXPO Kemayoran dan Jakarta Convention Center (JCC). Peresmian sendiri dilakukan pada pukul 10.00 WIB
ICE dibangun dengan arsitektur yang indah di area seluas 220.00 meter persegi. Sebagai pusat pameran dan konvensi terbesar dan terluas di Indonesia, ICE dilengkapi dengan standar internasional yang ditunjang dengan komitmen serta profesionalisme yang tinggi.
Dilengkapi dengan 10 hall seluas 50.000 meter persegi, 4.000 meter persegi ruang konvensi, 50.000 meter persegi area outdoor, 12.000 meter persegi area selasar, ICE memiliki 33 ruang rapat dengan berbagai ukuran.
ICE dioperasikan secara profesional oleh Deutsche Messe, salah satu pemimpin dunia di bidang pameran dan penyelenggaraan acara. Dengan pendapatan mencapai 280 juta Euro pada tahun 2014, Deutsche Messe berada di jajaran 10 perusahaan pameran kelas dunia dan mengoperasikan tempat pameran terbesar di dunia.
Pantauan Okezone, Tangerang, Selasa (4/8/2015), sudah hadir Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pariwisata Arief Yahya serta Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.
"Pameran besar ini membuktikan bahwa industri kita mumpuni menciptakan nilai tambah dan menunjukkan kita memiliki struktur industri yang makin kuat," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin saat mengunjungi pameran tersebut.
Perusahaan dan produk unggulan yang tampil telah diseleksi lantaran Kemenperin menetapkan beberapa kriteria yaitu merupakan karya dalam negeri, berpotensi ekspor, dan memiliki pertumbuhan tinggi. "Juga harus punya potensi menyerap tenaga kerja dan mendukung ketahanan pangan," imbuh Menperin.
Adapun pameran yang terjadi yakni industri seluler, elektronika, otomotif, solar panel, kesehatan, data center, game dan perangkat lunak yang di bawah payung koordinasi Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika.
Kedua, produk sepatu, tekstil, kimia, peraga pendidikan dan musik (Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka). Ketiga, produk unggulan kopi, cokelat, dan sawit (Dirjen Industri Agro).
"Yang keempat, tampil pula pelaku industri fesyen, kerajinan tangan, pangan dan Desa Industri Mandiri hingga batu mulia memamerkan produk andalan," kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Euis Saedah.
Sementara yang kelima, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin menampilkan hasil riset, rekayasa untuk ketahanan pangan, energi terbarukan dan produk mesin untuk substitusi impor.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.