Share

Go-Jek Bukan Perusahaan Transportasi, Tapi Penyalur Ojek

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2015 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 07 320 1192159 go-jek-bukan-perusahaan-transportasi-tapi-penyalur-ojek-dRPh6RWwhP.jpg Ilustrasi Go-Jek. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Go-Jek Nadiem Makarim merasa julukan Go-Jek merupakan perusahaan transportasi tidak tepat. Menurut dia, Go-Jek lebih kepada perusahaan penyedia jasa bagi para ojek.

"Jadi Go-Jek itu bukan perusahaan ojek, bukan perusahaan transportasi,bukan perusahaan taksi. Kami bukan perusahaan logistik, tetapi hanya perusahaan penyedia aplikasi pemasaran buat ojek-ojek kerja buat dirinya sendiri," ujar Nadiem di kantor Go-Jek, Kemang,Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Menurutnya, dari semua sarana transportasi ojek merupakan moda yang paling pas bagi solusi untuk menghindari kemacetan di ibukota. Pasalnya, ojek yang merupakan kendaraan roda dua, dapat lebih leluasa menerobos kemacetan Jakarta.

"Ojek itu yang paling banyak sisi, dari sisi suplai cost, terutama kota-kota di Indonesia yang ada kemacetan. Ojek itu memiliki value added service yang luar biasa, karena dia bisa bergerak dengan begitu cepat dan online seharian," jelas dia.

Hal itu pun, membuat Nadiem memiliki ide untuk membuat aplikasi ojek bagi kendaraan roda dua. Terlebih, bisnis melalui aplikasi ini terbilang mumpuni untuk menarik pelanggan.

"Makanya datanglah gojek aplikasi berjiwa sosial untuk menjadi semacam sarana pemasaran bagi tukang ojek. Jadinya itu ojek perlu dibantu dari sisi sosial, saya punya layanan loh, jadi siapa yang dekat, sini yang ingin gunakan layanan saya," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini