Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menaker: Serangan Tenaga Kerja Asing Itu Bohong Semua

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 02 September 2015 |16:15 WIB
Menaker: Serangan Tenaga Kerja Asing Itu Bohong Semua
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta jangan adanya pembohongan maupun pembodohan publik mengenai istilah serangan tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia, seiring banyaknya pengerjaan beberapa proyek infrastruktur oleh investor China yang membawa seluruh tenaga kerjanya.

"Itu bohong semua. Saya enggak mau publik itu didisinformasi (informasi salah) dengan istilah yang seperti pembodohan, menakut-nakuti rakyat, seperti apa eksodus, serangan, banjir atau istilah-istilah semacamnya yang dikaitkan dengan tenaga kerja asing di Indonesia," kata Hanif di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Hanif memberi alasan dari pernyataan tersebut. Pasalnya, tidak ada fakta yang menyebutkan adanya serangan TKA ke Indonesia.

"Kenapa saya menolak, karena faktanya enggak ada. Nah bagaimana dengan faktanya , jumlah TKA di Indonesia ini secara keseluruhan itu ya gitu-gitu saja," sebutnya.

Hanif pun memberikan data terkini jumlah TKA yang bekerja di Indonesia. Tercatat, mulai 2012 ada sekira 77 ribu TKA, kemudian pada 2013 sebesar 72 ribu TKA dan 2014 sebesar 68 ribu TKA. Sedangkan, per Agustus tahun ini hanya sekira 54 ribu TKA.

"Logikanya berarti sampai Desember itu angkanya 60 ribuan begitu. berapa kemudian yang dari Tiongkok (China), itu 13 ribu. Nah jadi artinya mana yang namanya serangan itu. Jangan asbun (asak bunyi) loh, jangan takuti rakyat terus," tegas Hanif.

Menurut Hanif, yang terpenting saat ini adalah menciptakan situasi yang tenang dan memperbaiki iklim investasi.

“Dalam situasi begini kita harus ciptakan suasana yang kondusif, itu yang kami harapkan dari semua pihak, tetapi serangan banjir eksodus itu enggak ada," tukasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement