"Oleh karena itu printing menjadi pioner dalam bisnis saya," tambah Daud.
Daud menambahkan, All Print merupakan pameran yang diadakan secara berkesinambungan, karena industri grafika merupakan industri yang kreatif. Artinya kreatif dengan karya tangan manusia yang tentu dikolaborasikan dengan teknologi.
"Saya percaya bahwa dengan pesatnya kemajuan teknologi, tidak akan menghapuskan industri cetak mencetak karena teknologi cetak ini tetap akan diperlukan meski kondisi teknologi semaju apapun," tuturnya.
Untuk diketahui, All Print Indonesia ke-18 secara resmi telah dibuka. Pergelaran dilakukan 7-10 Oktober di Hall A, JIEXPO Kemayoran Jakarta. Pameran ini setiap tahunnya menampilkan teknologi cetak mencetak. Pameran ini khusus tahun ini diikuti 135 peserta dalam dan luar negeri. Pameran ini juga diikuti oleh perusahaan teknologi cetak mencetak digital dan konvensional serta ada juga pelaku industri LED.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.