Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Jokowi Utang Rp605 T Tahun Depan, Ini Rinciannya

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 07 Desember 2015 |11:53 WIB
Presiden Jokowi Utang Rp605 T Tahun Depan, Ini Rinciannya
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A


JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan, dibutuhkan utang sekira Rp605,3 triliun untuk pembiayaan pada 2016. Pembiayaan ini meliputi untuk kebutuhan defisit anggaran hingga Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Saya fokus mengenai kebutuhan pembiayaan utang untuk 2016," tegas Bambang dalam acara Investor Gathering 2015 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Bambang menjelaskan, total kebutuhan pembiayaan pada 2016 sekira Rp605,3 triliun terdiri dari kebutuhan defisit Rp273,2 triliun, kebutuhan investasi ()PMN Rp58,1 triliun, pembayaran jatuh tempo Rp256 triliun yang meliputi jatuh tempo SBN Rp187,2 triliun dan jatuh tempo pinjaman Rp68,8 triliun, kemudian pengelolaan portofolio utang Rp3 triliun, SPN Cash Management Rp15 triliun.

Untuk memenuhi pembiayaan tersebut, pemerintah sudah menyiapkan beberapa mekanisme seperti, penerbitan SBN Rp532,4 triliun, penarikan pinjaman LN non-SLA Rp69,2 triliun dan penarikan pinjaman DN Rp3,7 triliun.

"Total kebutuhan pembiayaan Rp605,3 triliun. Ini kenapa kita masih butuh pembiayaan? Kalau dikaitkan defisit 2016, kondisi 2016 meski banyak lebih optimis dibanding 2015 tapi kita berada di kondisi global yang tidak pasti," kata Bambang.

"Paling tidak 2015, memang enggak bisa dibilang krisis keuangan global tapi yang pasti ini berat bagi perekonomian global," tukasnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement