Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saham Perusahaan Ikan ini Bakal 'Diobral' di Eropa hingga China

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 08 Desember 2015 |13:52 WIB
Saham Perusahaan Ikan ini Bakal 'Diobral' di Eropa hingga China
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A


JAKARTA - PT Dua Putra Utama Makmur Tbk hari ini resmi mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO). Perusahaan berkode saham DPUM ini memperoleh dana hasil IPO sebesar Rp921 miliar. Perusahaan yang bergerak di bidang perikanan ini membuka penawaran saham perdananya di level Rp550 per lembar saham. Setelah resmi dicatatkan, saham emiten berkode DPUM ini dibuka naik 90 poin menjadi Rp640 per lembar saham. Adapun harga tertinggi saham DPUM di level Rp700 dan terendahnya di posisi Rp550.

Berdasarkan hasil penjatahan, investor domestik akan mendapatkan porsi saham sebesar 67,21 persen. Sedangkan investor asing mendapatkan porsi 32,79 persen. DPUM melepaskan 1,67 miliar sahamnya ke publik atau setara 40,12 persen sahamnya ke publik. Perseroan juga menggandeng PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Sucorinvest Central Gani, dan PT BNI Securities sebagai penjamin emisi.

Meskipun telah mendapatkan dana Rp921 miliar dari IPO, perseroan mengaku akan tetap bergerilya menawarkan saham mereka. Tidak hanya di Indonesia, saham perusahaan ikan ini akan ditawarkan ke Eropa hingga Hong Kong.

Berikut wawancara dengan Direktur Keuangan DPUM Indra Afriadi dan Direktur Marketing DPUM Aris Widiarto dalam IBCM-IDX Channel, Rabu (8/12/2015).

Apa yang akan dilakukan ke depannya setelah IPO ?


Aris:

sebetulnya Stigma IPO itu akan susah, ribet, segala hal yang berbau negatif kita lewati dengan mudah dan kelancaran, semua pihak terutama BEI, OJK, Penjamin. mendukung rencana kami IPO.

Dari segi Marketing, bagaimana memperkenalkan DPUM? Apa ada rencana perseroan?


Aris:

Tahun depan kita sudah ada beberapa program ke luar negeri, kita akan ikuti pameran yang potensial, ada di Eropa, Hong Kong, China. Kita akan kenalkan produk kita supaya menarik investor.

Lalu bagaimana mengenalkan ke investor asing ?


Indra:

Awalnya kita memang mengalami kesulitan, pertama ketika roadshow agak kesulitan menjelaskan industri kemaritiman ini tidak seperti stigma masyarakat. Jadi harus kita edukasi, supaya stigma negatif yang melekat di masyarakat itu hilang.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement