Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rizal Ramli: Cita-Cita Saya Ketinggian Akibat Menggilai Einstein

Danang Sugianto , Jurnalis-Senin, 11 Januari 2016 |05:33 WIB
Rizal Ramli: Cita-Cita Saya Ketinggian Akibat Menggilai Einstein
Menko Bidang Maritim Rizal Ramli. (Foto: Okezone/Heru)
A
A
A

JAKARTA - Siapa sangka, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli ternyata sangat mengagumi Albert Einstein. Memang terbilang cukup aneh, seorang ekonom dan tokoh politik yang justru mengagumi seorang ilmuwan fisika.

Rizal mengaku sangat menggilai Albert Einstein sejak kecil. Pada saat duduk di bangku SMP, Rizal yang seorang yatim piatu itu sudah mulai mengoleksi foto-fotonya hingga lukisannya. Bahkan dirinya mengagumi Einstein layaknya anak muda mengagumi seorang rock star.

"Saya punya koleksi foto-fotonya sejak SMP. Macam-macam yang saya koleksi ada yang naik sepeda, lagi melet. Orangnya cerdas, jenius, rambut acak-acakan, ya pokoknya bagi saya Einstein itu asik banget. Saya kayak anak muda waktu itu mengangguni Michael Jackson lah, atau penyanyi top lain," akunya kepada Okezone di kediaman dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Bukan hanya foto dan lukisan, Rizal juga mengaku rajin mengoleksi buku-buku tentang Einstein. Ada sekitar 36 jenis buku tentang Einstein yang dikoleksinya. Mulai dari buku serius seperti manuscript tentang teori relativitas hingga komik-komik ringan tentang Einstein.

Rizal mengaku bisa mendapatkan buku-buku tentang Einstein tersebut dari teman-teman dan koleganya di luar negeri. Hampir setiap berulang tahun, dia selalu mendapatkan hadiah berupa buku Albert Einstein yang dikirimkan dari luar negeri.

"Mungkin sekarang saya termasuk kolektor buku-bukunya Einstein paling banyak di Indonesia," imbuhnya.

Saking tergila-gilanya dengan sosok ilmuwan tersebut, Rizal sempat mempunyai cita-cita untuk menjadi 'Albert Einsteinnya Indonesia'. Cita-citanya itulah yang membawa dirinya untuk berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Fisika.

"Cita-cita saya memang ketinggian. Karena Einstein orang jenius. Menurut saya orang pintar itu adalah orang yang bisa mengerti masalah sulit. Tapi Kalau jenius, masalah sulit bisa dijadikan sederhana," ucapnya.

Namun sayangnya cita-citanya tersebut seakan terlupakan. Pada saat masih menjadi mahasiswa, Rizal malah lebih tertarik menjadi seorang aktivis. Bahkan dirinya lebih sering menyuarakan kritik-kritiknya terhadap pemerintahan orde baru, ketimbang duduk di kelas.

Bahkan Rizal sempat didaulat menjadi Presiden SEF ITB dan juga sebagai Wakil Ketua Dema ITB dari tahun 1976 hingga 1977. Kemudian pada 1997, Rizal juga sempat mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar dengan kampus di Jepang.

"Hanya satu semester di sana. Tapi di sana saya kaget, karena kok bisa si Jepang yang tanahnya tidak subur, tapi bisa kasih makan rakyatnya yang jumlahnya 150 juta lebih. Saya bertanya apa yang salah sama kita, kita kekayaan banyak tapi rakyat miskin," kisahnya.

Sepulangnya dari Jepang, Rizal mempunyai inisiatif mengajak teman-temannya untuk melakukan observasi ke daerah-daerah paling miskin di Indonesia. Kebanyakan dari daerah yang disambanginya merupakan perkampungan nelayan di wilayah pesisir pulau Jawa dan Bali.

Satu daerah yang paling diingatnya adalah di wilayah pantai utara Pati. Di situ dia sempat mendapatkan pengalaman untuk merasakan kehidupan yang sangat memprihatinkan dari salah satu keluarga nelayan.

Rizal diajak nelayan tersebut untuk menangkap ikan pada malam hari. Semalam penuh dia, bersama temannya dan nelayan begadang. Ironisnya mereka hanya membawa bekal satu piring nasi yang dibagikan untuk empat orang. Lauknya pun sederhana hanya potongan bagian kaki kepiting yang paling kecil yang direbus. Pasalnya sisa tubuhnya harus dijual.

"Sampai pagi dingin gemetaran, dapat ikannya hanya setengah ember. Sekarang saya jadi menteri yang ada hubungannya dengan itu, mungkin sudah garis tangan," pungkasnya.

Kendati saat ini, Rizal menjadi menteri yang mengurus tentang kemaritiman, namun dirinya mengaku masih tetap mengangguni sosok Albert Einstein. Dia juga tetap rajin mengoleksi buku, foto dan lukisan tentang sosok ilmuwan dunia ternama tersebut.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement