Sedangkan faktor kedua, terdapat di internal maskapai yaitu buruknya managemen maskapai. Hal ini lah menurut Sularsih yang harus dikroscek pemerintah.
Dia berharap pemerintah tidak melakukan pembiaran terhadap perusahaan penerbangan yang digawangi Menteri BUMN, Rini Soemarno tersebut.
"Kalau internal harus ada penjelasan dan tidak bisa dibiarkan jadi budaya," tandas Sularsih.
Diketahui, awal polemik itu berawal ketika Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengkritisi delaynya pesawat Garuda Indonesia saat menuju Yogyakarta. Menteri Marwan mengalami delay hingga dua jam. Begitu pula ketika hendak kembali ke Jakarta, politikus PKB itu terpaksa kembali harus menunggu hingga 30 menit.
(Widi Agustian)