Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rawan Bencana, Sumbar Masih Aman untuk Investor

Dedy Afrianto , Jurnalis-Kamis, 03 Maret 2016 |13:25 WIB
Rawan Bencana, Sumbar Masih Aman untuk Investor
Ilustrasi : Okezone
A
A
A

JAKARTA - Sumatera Barat (Sumbar) kembali dilanda gempa pada Selasa malam dengan kekuatan 7,8 skala richter (SR). Gempa ini merupakan yang terbesar setelah 30 September 2009 lalu gempa dengan kekuatan 7,9 SR meluluh lantahkan Sumatera Barat.

Seperti diketahui, Sumbar dilalui oleh lempeng Indo Australia-Eurasia yang terpantau aktif bergerak sejauh enam sentimeter per tahun. Hal ini menyebabkan Sumbar menjadi salah satu daerah yang memiliki tingkat kemungkinan bencana lebih besar dibandingkan daerah kainnya.

Menariknya, meskipun memiliki risiko bencana yang cukup tinggi, Sumbar hingga saat ini masih menjadi primadona investasi. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengungkapkan, bencana alam yang terjadi hanya akan memberikan dapat temporal bagi investasi di Sumbar. Beberapa saat setelah bencana, Provinsi yang kaya akan sumber daya alam ini kembali menjadi magnet bagi para investor.

"Oh, (investasi) enggak (terganggu) lah. Gempa, tsunami, apapun enggak lah. Ini kan tidak tiap hari gempa itu. Tetap jalan terus. enggak ada yang terganggu investasinya," jelas Azhar saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Pasca gempa 2009 lalu, lanjutnya, investor masih tetap melirik Sumbar sebagai salah satu tujuan investasi. Sektor-sektor yang diincar pun merupakan sektor yang tidak terkena dampak akibat gempa, salah satunya adalah kelapa sawit.

Sebab, selain daerah Pasaman Barat, perkebunan kelapa sawit terdapat di daerah-daerah yang jauh dari garis pantai seperti Kabupaten Dharmasraya.

"Kelapa sawit, pengolahan, pembangkit listrik di situ ada. Pengembangan Semen Padang, dan Pengolahan CPO tetap jalan. Ada gempa, kelapa sawit tidak mati kok, tetap hidup," tutupnya.(rai)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement