SAMARKAND - Ketika banyak negara Timur menghancurkan monumen kuno yang berharga, salah satu kota Islam di Asia Tengah justru fokus mengembalikan dan melestarikan kotanya. Samarkand, merupakan kota terbesar ketiga di Uzbekistan dan menjadi salah satu kota tertua di Asia Tengah.
Seperti dilansir Amusing Planet, Selasa (12/4/2016), kota tersebut ditemukan pada Abad 8 atau 9 SM. Samarkand memiliki sejarah panjang dan penuh gejolak, terutama pada abad 4 SM ketika Alexander Agung memimpin. Kota tersebut pernah beberapa kali pindah kekuasaan, dan diperintah oleh Persia, Yunani, Turki, Mongol, china hingga Rusia.
[Baca Juga: Kuil Buddha 'Buah Perkawinan' Arsitektur Modern dan Tradisional]
Namun, ketika jatuh ke tangan Dinasti Timurid yang dipimpin oleh Timur Lenk, kota Samarkand kembali dibangun dan dijadikan sebagai ibu kota. Timur bahkan memanggil pengrajin terbaik untuk membangun kembali kota tersebut.
Meskipun terkenal kejam terhadap musuh-musuhnya, namun komitmen Timur terhadap karya seni membuatnya mengampuni beberapa orang yang dikenal memiliki kemampuan di bidang artistik seperti arsitektur. Timur bahkan terlibat langsung dalam proyek konstruksi kota tersebut, bahkan Timur sering meminta agar pembangunannya diulang jika tak puas dengan hasilnya.
Sehingga Samarkand maju dalam bidang seni arsitektur. Pada masa itu, Samarkand sudah memiliki monumen-monumen arsitektur yang megah, salah satunya Masjid Bibi-Khanym. Rekonstruksi besar-besaran terjadi selama 35 tahun, hingga kematian Timur di 1405 CE.
Masjid berukuran raksasa ini berbentuk segi empat dengan ukuran 109 x 167 meter persegi dan bagian minaret menempel pada portal (pintu gerbang utama) yang sangat besar. Ketinggian minaretnya mencapai 19 meter, sedang pintu gerbangnya setinggi 35 meter.
[Baca Juga: Arsitek Seribu Masjid Ahmad Noe'man Meninggal Dunia]
Pada 1897, ketika gempa bumi besar melanda wilayah Uzbekistan, sebagian dari bangunan masjid ini runtuh. Pada 1974, Pemerintah Uzbekistan melakukan rekonstruksi terhadap bangunan masjid itu.
Dengan dilakukannya rekonstruksi tersebut, praktis bangunan Masjid Bibi Khanym yang berdiri saat ini sebagian besar merupakan bangunan baru yang tidak sama dengan masjid yang dibangun 600 tahun lalu. Kendati demikian, ciri khas dari arsitektur Timurid tetap dipertahankan.
(dhe)
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.