Siasat Total Agar Lolos dari Jebakan PHK

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Senin 25 April 2016 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 25 320 1372261 -o7oUKAbHHv.jpg Ilustrasi kilang minyak mentah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anjloknya harga minyak mentah dunia membuat sejumlah perusahaan minyak & gas (migas) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Akan tetapi tidak dengan Total E&P Indonesie. Meski tidak melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya, namun perusahaan tetap melakukan sejumlah efisiensi guna menyehatkan keuangan.

Vice President Finance/General Services/HR/COM Total E&P Indonesie (TEPI), Arividya Novianto mencontohkan, pengurangan terhadap aktivitas pengeboran. Perusahaan mencatat pada 2015 hanya mampu melakukan pengeboran hanya 36 sumur. Padahal, pada 2014 perusahaan mampu melakukan pengeboran hingga 107 sumur.

"Sumur yang dibor tentunya berkurang, banyak yang menjadi kurang ekonomis," ujarnya di Jakarta, Senin (25/4/2016).

Efisiensi lainnya yang dilakukan perusahaan asal Prancis ini adalah mengurangi waktu non produktif sumur-sumur pengeboran. Pada 2015, perusahaan hanya mampu berhasil 7 persen. Padahal jauh sebelumnya bisa mencapai 20 persen.

"Yang langsung terlihat misalnya non-productive time dari sumur pengeboran. Tahun lalu kita berhasil hanya 7 persen, standarnya bisa 15-20 persen," jelasnya.

Dia menambahkan, perusahaan juga meminimalisir kegiatan logistik. "Kita juga meminimumkan logistik, kita efisienkan kapal-kapal transportasi," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini