DUBAI - Sebuah masjid di Dubai memiliki arsitektur yang tergolong cukup mewah. Masjid didominasi oleh dua jenis fasad dengan menggunakan dua jenis bahan berbeda, yakni batu pasir dan marmer putih.
Dilansir dari laman Dezeen, Rabu (4/5/2016), arsitek menggunakan batu pasir asal Arab Saudi untuk bagian luaran dinding masjid. Tujuannya bagi bangunan adalah untuk terlihat seperti perpanjangan lingkungan gurun pasir.
Dinding berwarna kuning tua ini tentu menjadikannya sangat kontras dengan kubah bangunan yang didominasi warna putih cerah dan interiornya berlapis marmer berwarna senada.
"Masjid Al Warqa'a merupakan wujud gema kesederhanaan spasial rumah abad ketujuh Nabi Muhammad di Madinah, yang dianggap masjid pertama dalam sejarah," kata studio arsitektur.
Halaman masjid menghubungkan langsung dengan ruang utama dan digunakan sebagai ruang tambahan jika jumlah jamaah membludak ketika shalat Jumat, ataupun selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Adapula sederetan pohon dan menara masjid menjulang dari ruang terbuka ini, yang juga dimaksudkan sebagai tempat untuk bersosialisasi.
Menara masjid dihiasi pola seperti mosaik, mirip dengan rencana Henning Larsen Architects yang tadinya akan digunakan sebagai fasad masjid di Kopenhagen.
"Aksesibilitas menaik ini menciptakan efek oasis seperti yang menekankan gagasan masjid sebagai ruang komunal," tutur studio arsitektur.
Selain itu, ada sebuah pintu masuk terpisah yang diperuntukkan bagi wanita terletak di salah satu bangunan empat penjuru dan mengarah langsung ke ruang doa mezzanine terpisah di atas ruang utama.
Pada satu sudut ruangan, terdapat sebuah skylight mengelilingi ruangan, melimpahkan kedua ruang baik atas dan bawah dengan cahaya alami
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.