JAKARTA - Salah satu perusahaan pemula (start-up), Bukalapak.com, kini keberadannya sudah diperhitungkan sebagai salah satu pemain besar di sektor e-commerce nasional.
Ada satu hal yang unik dari marketplace Bukalapak.com, yakni mengutamakan untuk membantu para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Bukalapak pun tidak memungut sepeser pun hasil transaksi. Sehingga, tetap memberikan 100 persen uang hasil transaksi pada seller.
Lantas, dari mana Bukalapak.com memperoleh penghasilan?
Co-Founder and CFO Bukalapak.com, Muhamad Fajrin Rasyid mengungkapkan, selama ini keuntungan didapatnya dari fitur opsional yang memakan biaya premium.
"Dapat untung dari fitur premium fee. Fitur opsional yang bisa dibeli atau tidak. Tidak pengaruhi kalau Anda mau jualan. Sama kayak game online, mau beli senjata misalnya. Nah ini juga di Bukalapak mau beli, enggak apa-apa," jelasnya dalam acara Bukalapak Forum Indonesia Muda di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (16/5/2016).
Sementara dari sisi sistem teknologi, pihaknya pun membangun sedari nol. Awalnya, Bukalapak hanya mempekerjakan sebanyak lima orang karyawan, hingga kini sudah mencapai 400 orang karyawan.
"Lebih kurang sepertiga karyawan kami di bidang IT, programmer, data scientists, data analyst dan sebagainya," tutur dia.
"Sekarang kami sudah ada 100 server di Indonesia. Akan terus kembangkan setiap saat sesuai dengan skala Bukalapak," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.