JAKARTA - Perusahaan konsultan investasi Mercer merilis hasil survei yang dilakukan terhadap kota-kota di dunia yang memiliki biaya hidup paling murah atau "Cost of Living Survey". Survei yang dilakukan berdasarkan fluktuasi nilai mata uang dan inflasi terhadap harga kebutuhan termasuk akomodasi bagi warganya.
Seperti dilansir Busines Insider, Jumat (24/6/2016), wilayah Eropa Timur dan Afrika paling banyak berada dalam daftar. Berikut daftarnya:
1.Windhoek, Namibia
Kota dengan biaya hidup paling murah di dunia untuk ditinggali. Windhoek merupakan pusat kota dan merupakan kota terbesar di Namibia. Namun, populasi di kota tersebut masih rendah, hanya terdiri dari 322.500 orang, itulah mengapa biaya hidup disana paling murah.
2. Cape Town, Afrika Selatan
Sama seperti Johannesburg, Cape Town memiliki masalah dengan tingkat kejahatannya, sehingga banyak orang berpikir dua kali untuk mendatangi kota tersebut. Namun, tak dapat disangkal keindahan kota tersebut memancing para pelancong dan membuat kota tersebut menjadi pusat bisnis.
3. Bishkek, Kyrgyzstan
Bishkek berdiri 800 meter di atas permukaan laut. Meskipun di kelilingi banyak pegunungan, namun polusi menjadi persoalan paling berbahaya di kota ini, sehingga tak banyak turis yang mendatangi kota tersebut.
4. Blantyre, Malawi
Kota ini menjadi tujuan paling populer bagi ekspatriat Eropa terutama yang ingin menikmati keindahan Danau Malawi di Pantai Chitimba. Blantyre merupakan kota yang masih berkembang baik secara finansial maupun sektor pertaniannya. Biaya hidup di kota tersebut murah karena masih sangat massively underdeveloped.
5. Johannesburg, Afrika Selatan
Kota terbesar di Afrika Selatan tersebut secara perlahan berubah menjadi pusat bisnis global. Biaya hidup yang murah tidak membuat kota tersebut bebas dari kejahatan, bahkan tingkat kejahatan dan tingkat pembunuhan di kota tersebut terbilang tinggi.
6. Minsk, Belarus
Kota tersebut memberlakukan pasar bebas terutama bagi sektor manufaktur dan membuka banyak pabrik baru. Tingkat pengangguran di kota ini sangat rendah, berkat program wajib kerja yang diterapkan.
7. Tunis, Tunisia
Kota di Afrika ini memilik untuk meninggalkan bisnis di sektor menufaktur dan fokus pada pelayanan. Seperti banyaknya kota-kota di Afrika, kota ini juga mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat, meski demikian biaya hidup di kota ini masih rendah.
8. Karachi, Pakistan
Kota ini paling padat penduduknya, hampir mencapai 25 juta. Meski jumlah penduduknya banyak, namun biaya hidup di kota ini masih rendah, meski demikian tingkat kekerasan dan masalah air bersih jadi masalah di kota ini.
9. Gaborone, Botswana
Kota terbesar di Botswana ini terutama dari finansialnya, oleh karena itu hampir 20 persen dari warganya bekerja di sektor keuangan. Pertumbuhan pinggiran kota lebih baik dibandingkan pusat, terutama sejalan dengan banyak kota berkembang di Afrika.
10. Lusaka, Zambia
Kota yang paling cepat perkembangannya di Afrika Selatan, dalam beberapa tahun terakhir sektor pariwisata di kota ini mengalami pertumbuhan. Populasi rendah yakni di bawah 2 juta jiwa, membuat biaya hidup di kota ini terbilang rendah.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.