Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Thee Kian Wie Jadi Rujukan Boediono Selama di Pemerintahan

Dedy Afrianto , Jurnalis-Selasa, 20 September 2016 |10:36 WIB
Thee Kian Wie Jadi Rujukan Boediono Selama di Pemerintahan
Boediono (Foto: Dedy/ Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) hari ini menggelar seminar khusus untuk mengenang almarhum Thee Kian Wie. Acara ini dihadiri oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM yang juga mantan Wakil Presiden RI Boediono dan Mantan Menteri Perdagangan RI yang juga Peneliti Senior dari Center for Strategic and International Studies Marie Elka Pangestu. Seminar sendiri dimulai sekira pukul 10.30 WIB.

Thee, begitu sapaan akrabnya, dikenal sebagai sosok peneliti senior pada sektor ekonomi yang disegani oleh ilmu pengetahuan di Indonesia. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Universitas Wisconsin, AS ini telah banyak menghasilkan berbagai karya dalam bidang ekonomi Indonesia.

Karya penting Thee Kian Wie yang terkenal diantaranya adalah The Regional Economic Survey of South Sumatera (1971), dan Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan (1981).

Thee adalah sosok ekonom yang mencintai sejarah. Beliau juga dikenal sebagai sosok yang idealis. Tak banyak ekonom yang memilih untuk fokus pada kajian sejarah ekonomi di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan dirinya mengambil spesialisasi sejarah perekonomian untuk gelar doktor (Ph.D.) pada Universitas Wisconsin, AS.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM yang juga mantan Wakil Presiden RI Boediono mengatakan, Thee adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam dunia perekonomian di Indonesia. Tak banyak sosok ekonom yang mengabdikan ilmunya pada sektor sejarah ekonomi di Indonesia hingga saat ini.

"Meskipun saya sama-sama sebagai akademisi, tapi kami tidak bersinggungan secara langsung. Beliau banyak berkiprah di Jakarta dan LIPI dan saya ditingkatkan Yogya dan dunia birokrasi," kata Boediono dalam acara 1st Thee Kian Wie Lecture Series 2016 di Auditorium Utama LIPI, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Boediono pun menyatakan bahwa dirinya begitu tertarik dengan karya Thee dalam bidang sejarah ekonomi Indonesia. Pemikiran inilah yang menjadi latar belakang bagi Boediono untuk mewajibkan mahasiswanya di UGM untuk mempelajari sejarah ekonomi Indonesia.

"Spesialisasi kami juga berbeda, beliau dalam bidang sejarah ekonomi. Seingat saya, saya pertama tertarik pemikiran beliau ketika membaca makalah beliau mengenai industrialisasi, investasi asing dan alih teknologi. Saya juga tertarik dengan beliau terutama mengenai sejarah ekonomi Indonesia," jelasnya.

"Itulah sebabnya 11 tahun yang lalu saya datang ke Pak Thee. Saya ingin menulis sejarah ekonomi untuk mahasiswa saya," imbuh Boediono.

Berkat Thee, lanjutnya, ekonom Indonesia dapat lebih memahami mengenai pentingnya sejarah ekonomi bagi berbagai kebijakan di Indonesia. Pemikiran Thee juga menjadi salah satu rujukan dari Boediono selama berkarier pada bidang pemerintahan.

"Beliau adalah ilmuwan yang intens dan berwawasan luas. Beliau sangat rendah hati dan begitu peduli dengan negeri ini. Pak Thee ingin menegaskan betapa pentingnya sejarah ekonomi. Saya tidak menekuni sejarah ekonomi tapi saya penting betapa pentingnya sejarah," tutupnya.

(Raisa Adila)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement