INDRAMAYU - Potensi perdagangan di sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Indramayu masih belum tergarap secara maksimal.
Potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar di Kabupaten Indramayu masih belum dapat dikemas menjadi produk yang bernilai jual ekspor. "Pengusaha kita masih belum berani berspekulasi untuk ekspor produk-produk olahan perikanan dan kelautan.
Padahal potensi usaha di bidang ini cukup potensial," kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Diskopindag) Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman saat kegiatan workshop Kewirausahaan yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Indramayu di Hotel Handayani Indramayu kemarin.
Maman mencontohkan sentra industri kerupuk di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, menjadi produsen kerupuk terbesar di Indonesia. Omzet usaha per tahunnya mencapai Rp300 miliar. "Produksi kerupuk Indramayu menjadi yang terbesar di Indonesia.
Tapi Produksi kita belum mampu mencapai tingkatan atau level ekspor dan ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha untuk bisa menembus pangsa pasar dunia," ucapnya. Potensi olahan lain yang cukup potensial adalah ikan asin dan olahan ikan laut lainnya. Jika digarap secara maksimal oleh pengusaha muda, maka geliat ekonomi kerakyatan juga bisa tumbuh.