Share

Darma Henwa Bidik Pendapatan Rp6,74 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2016 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 01 320 1555829 darma-henwa-bidik-pendapatan-rp6-74-triliun-jv6VdWOlIa.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar USD519 juta atau setara Rp6,74 triliun (Rp13.000 per USD) pada tahun depan yang naik 94,4% dari estimasi pendapatan sebesar USD267 juta atau Rp3,47 triliun di akhir 2016.

Direktur Darma Henwa Ivi Sumarna Suryana mengatakan, tumbuhnya pendapatan tersebut seiring dengan meningkatnya produksi batu bara perseroan tahun depan. Perusahaan menargetkan produksi batu bara mencapai 29,1 juta metrik ton atau tumbuh 93% dari target tahun ini 15,1 juta metrik ton. ”Produksi batu bara diprediksi meningkat 93%, peningkatan produksi ini diharapkan mendongkrak pendapatan menjadi USD519 juta di 2017,” kata Ivi di Jakarta kemarin.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, laba komprehensif perseroan juga diproyeksikan bisa mencapai sebesar USD9,7 juta di tahun depan, atau naik signifikan dari posisi estimasi laba sebesar USD200 ribu di tahun ini. Tingkat EBITDA perseroan juga akan naik 59,5% menjadi USD59 juta di tahun 2017, dari posisi estimasi EBITDA sebesar USD37 juta di 2016. Laba kotor ditargetkan mencapai USD54 juta atau Rp702 miliar atau meningkat dibandingkan capaian tahun ini sebesar USD15,9 juta.

”Salah satu strategi perseroan yaitu pengembangan lini bisnis non-batu bara, seperti proyeksi jasa manajemen teknis, proyek ini dalam tahap finalisasi kontrak dan diharapkan selesai di 2017,” paparnya. Sementara, Direktur Utama Darma Henwa Wachjudi Martono menambahkan, perseroan akan menganggarkan dana belanja modal sebesar USD10 juta atau setara Rp30 miliar.

Dana tersebut akan digunakan pembelian alat untuk pertambangan. ”Dana itu akan didapatkan dari berbagai pinjaman, salah satunya kita dari leasing,” jelas Wachjudi. Produksi pengupasan overburden pada tahun depan pun akan mengalami pertumbuhan sebanyak 153,6%, menjadi 223 juta metrik ton dari posisi estimasi produksi pengupasan overburden sebanyak 87,9 juta metrik ton tahun ini.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini