Share

Darma Henwa Pacu Produksi Batu Bara hingga 17 Juta Ton

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 28 278 2072015 darma-henwa-pacu-produksi-batu-bara-hingga-17-juta-ton-oZWXdLnjBd.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Emiten kontraktor tambang, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sepanjang tahun ini menargetkan dapat memproduksi 17 juta ton batu bara atau tumbuh 27,7% jika dibandingkan periode tahun 2018 mencapai 13,31 juta ton batu bara.

Presiden Direktur Darma Henwa, Saptari Hoedaja mengatakan, pada tahun ini perseroan optimistis bisa meningkatkan kinerjanya lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut didorong oleh sejumlah faktor di antaranya perbaikan fundamental pada operasional perseroan serta peningkatan produktivitas alat kerja dan sumber daya manusia (SDM).

“Perseroan telah banyak melakukan perbaikan pada fundamental operasional serta perbaikan dan peningkatan produk tivitas alat kerja dan SDM, yang diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas perseroan,” kata Saptari di Jakarta, kemarin.

 Baca Juga: Investasi USD30 Juta, Darma Henwa Targetkan Produksi 17 Juta Ton

Emiten berkode DEWA ini memproyeksikan produksi tahun 2019 akan meningkat menjadi 125,7 juta BCM overburden atau naik 25,7% dibandingkan periode tahun 2018 yang di perkirakan akan mencapai 100 juta BCM.

Sedangkan produksi batu bara tahun 2019 diproyeksikan akan mencapai 17 juta ton atau naik 27,7% dibandingkan periode tahun 2018 mencapai 13,31 juta ton.

“Pada tahun ini kami optimis akan dapat menambah portofolio proyek untuk mendukung kinerja perusahaan, beberapa proyek potensial yang masih tahap pengembangan di antaranya Proyek Penambangan Mineral Seng yang berlokasi di Dairi, Sumatera Utara, milik PT Dairi Prima Mineral. Proyek ini sedang dikembangkan sebagai proyek pertambangan bawah tanah,” ujarnya.

DEWA juga resmi mendapatkan kontrak pekerjaan pembangunan akses jalan tambang pada proyek Penambangan Mineral Seng berlokasi di Dairi, Sumatera Utara.

 Baca Juga: Darma Hanwa Siapkan Belanja Modal Rp1,26 Triliun

Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan jalan akses tambang Dairi dari kamp ke lokasi portal tambang bawah tanah dan pembangunan jalan akses tambang Dairi dari Parongil menuju kamp dengan nilai kontrak sebesar Rp29,995 miliar.

Sementara itu, PT Shield-On Service Tbk (SOSS) emiten yang bergerak di bidang kegiatan usaha penyedia jasa pada tahun ini akan fokus di sektor perkebunan dan pertambangan.

Direktur Shield-On Service, Prasetyo Wibowo mengatakan, tidak semua industri outsourcing mampu masuk ke sektor per tambangan dan perkebunan. “Kami berani masuk di dua sektor ini karena SOS memiliki infrastruktur pendukung, di sisi lain kami juga memberikan pelatihan yang tepat,” kata Prasetyo secara terpisah.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini