JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan 10 destinasi pariwisata utama untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia. Saat ini, pembangunan infrastruktur pun telah dilakukan pada 10 destinasi pariwisata tersebut.
Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini pemerintah telah berupaya untuk menggaet turis mancanegara. Selain melakukan perbaikan di dalam negeri. Upaya promosi juga gencar dilakukan pada berbagai negara.
"Saya kira bisa melihat sekarang hampir di setiap bis yang ada di Paris, ada brand Indonesia, visit Indonesia, wonderful Indonesia, itu kelihatan sekali. Kemudian juga misalnya di times square di New York juga sama," tuturnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (6/12/2016).
Dari 10 destinasi utama, terdapat 3 hingga 4 destinasi yang dalam waktu dekat diharapkan dapat segara dapat dimanfaatkan oleh negara untuk meningkatkan penerimaan. Daerah-daerah ini menjadi fokus pembangunan infrastruktur.
Jokowi pun juga meminta agar pemerintah juga fokus untuk meningkatkan jumlah wisatawan dari China. Ditargetkan, akan terdapat 10 juta wisatawan asal China yang dapat berkunjung menuju Indoensia.
"Ruris dari Tiongkok itu satu tahun bisa keluar 150 juta turis, yang banyak tersedot memang ke AS dan Eropa. Kenapa kita tidak bisa mengambil kesempatan ini, padahal jarak sangat dekat dengan mereka. Pertama karena kesiapan kita," kata Jokowi.
Untuk mencapai target ini, Jokowi pun telah menjalin kerja sama dengan pemerintah China. Nantinya, akan terdapat bandara yang melayani penerbangan dari maskapai asal Indonesia.
"Kita sudah ada penerbangan langsung untuk mendatangkan 10 juta turis sampai 2019. Ini bukan pekerjaan sulit, tapi memerlukan kesiapan kita. Karena kalau dari 150 juta ngambil 10 juta saja masa nggak bisa. Padahal kita sudah sign dengan pemerintah China, 9 airport dan 9 kota yang bisa didatangi turis China," tuturnya.
Hanya saja, persiapan ini butuh waktu. Namun, Jokowi optimis dampak dari pengembangan sektor pariwisata ini dapat dirasakan dalam jangka panjang. "Hal yang berkaitan dengan airlines memang persiapannya saya pikir hanya butuh satu tahun, tapi sudah lebih dari satu tahun persiapan kita masih butuh," tutupnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.