JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, perlambatan penjualan ritel terutama terjadi pada kelompok makanan. Sementara itu, kelompok sandang dan bahan bakar kendaraan mengalami kontraksi pertumbuhan.
Melansir keterangan tertulis BI, Minggu (11/12/2016), pertumbuhan penjualan eceran kelompok makanan melambat dari 9,9% year on year (yoy) menjadi 4,0% (yoy). Sementara untuk penjualan eceran lainnya atau non makanan tumbuh dari 11,8% (yoy) menjadi 13% (yoy).
Pada kelompok non makanan, pertumbuhan secara tahunan tertinggi terjadi pada kelompok suku cadang dan asesoris 25,5% (yoy), diikuti oleh kelompok perlengkapan informasi dan komunikasi 22,5% (yoy) dan barang budaya dan rekreasi 11,6% (yoy).
Secara bulanan, penjualan riil periode Oktober 2016 tumbuh sebesar -0,3% (mtm), lebih rendah dibandingkan Agustus 2016 sebesar -0,05%. Penjualan beberapa kelompok komoditas tercatat mengalami kontraksi pertumbuhan, dengan kontraksi terbesar pada penjualan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya -3,9% (mtm), diikuti oleh kelompok barang budaya dan rekreasi -2,5% dan barang lainnya -2,3%.
Kontraksi pertumbuhan penjualan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya, antara lain dipengaruhi oleh penurunan penjualan produk elektrik (selain audio/video) dan mebel. Sementara kontraksi penjualan kelompok barang budaya dan rekreasi dipengaruhi oleh penurunan penjualan komoditas mainan anak dan alat tulis.
(Raisa Adila)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.