Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HARI IBU: Sri Mulyani Kumpulkan Tokoh Wanita Bahas APBN

Trio Hamdani , Jurnalis-Jum'at, 23 Desember 2016 |08:10 WIB
HARI IBU: Sri Mulyani Kumpulkan Tokoh Wanita Bahas APBN
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Hari Ibu 22 Desember menjadi momentum bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengumpulkan perempuan-perempuan berpengaruh di Indonesia.

Pertemuannya dengan para perempuan yang memiliki peran penting terhadap negara itu membahas mengenai persoalan APBN terkait kegunaannya bagi pemberdayaan perempuan. Berbagai perempuan yang diundang oleh Sri Mulyani memiliki beragam latarbelakang.

"Semuanya memiliki background yang berbeda-beda ada yang dari perikanan, ada yang konstruksi, ada yang dari infrastruktur, capital market, dan kemudian dari majalah," kata Sri Mulyani di Komplek Kementerian Keuangan Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2016) malam.

Menganggap pentingnya peran perempuan, Sri Mulyani menceritakan bahwa pada saat banyak kementerian yang mengalami pemangkasan anggaran hanya Kementerian Pemberdayaan Perempuan saja yang tidak tersentuh pemotongan anggaran.

"Jumlah APBN di 2016 kalau anda semua inget 2016 semua kementerian bahkan pemda APBN dipotong, satu-satunya yang tak tersentuh adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan. Anggaran kita protek waktu itu saya sampaikan tidak akan saya potong satu Rupiah pun di anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan," sambungnya.

Dia melanjutkan, menurutnya peran penting APBN terhadap perempuan adalah untuk melindungi kaum perempuan dari berbagai ancaman.

"Dedicated untuk Menteri Pemberdayaan Perempuan yang aktivitasnya paling menonjol seperti perlindungan anak, human trafiking, domestic violence," tambahnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement