Arcandra Tahar: Tidak Semua Negara Punya Panas Bumi seperti Kita

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 10 Januari 2017 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 10 320 1587682 arcandra-tahar-tidak-semua-negara-punya-panas-bumi-seperti-kita-GrYkebqJvE.jpg Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar baru saja menyelesaikan kunjungan ke area panas bumi Kamojang di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dalam kunjungannya, Arcandra menyoroti konsumsi listrik Indonesia yang masih tergolong rendah sekira 900 kWh per kapita.

"Konsumsi listrik per kapita merupakan salah satu indikator yang menunjukkan produktivitas. Suatu negara dapat dikatakan sebagai negara maju apabila konsumsi listrik mencapai sekitar 4.000 kWh per kapita," terangnnya dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM, Selasa (10/1/2017).

Arcandra Tahar melanjutkan, kondisi penurunan cadangan energi yang bersumber dari bahan bakar fosil, pengembangan energi terbarukan bukan lagi menjadi suatu alternatif, melainkan sebuah keharusan. Sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN), untuk mencapai target bauran energi terbarukan tahun 2025 sebesar 23%.

“Namun, dalam pengembangan energi terbarukan, setiap negara melihat apa yang dinamakan kearifan lokal,”tuturnya.

Arcandra mencontohkan, negara di Eropa Barat seperti Denmark dan Belanda memiliki potensi energi angin yang besar, memfokuskan pengembangan energi terbarukan pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), sedangkan Jepang berfokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

“Bagaimana dengan renewable energy di Indonesia? Panas Bumi adalah kearifan lokal kita. Karena tidak semua negara punya panas bumi. Karena itu pengembangan potensi panas bumi perlu kita dorong secepatnya,” tuturnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini