Baru 9%, Pemerintah Dorong Penggunaan Energi Bauran Capai 23% pada 2025

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 02 Agustus 2017 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 02 320 1748490 baru-9-pemerintah-dorong-penggunaan-energi-bauran-capai-23-pada-2025-flGChipiVA.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka acara Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2017. Dalam sambutannya, Menteri Jonan memaparkan komitmennya untuk mendukung sekaligus mengembangkan energi panas bumi.

Menurut Jonan sesuai arahan dari Presiden, pihaknya akan terus mendorong Energi Terbarukan akan terus didorong. Hal ini sebagai komitmen dari target bauran energi yang ditentukan pada Konferensi of Paris.

Baca juga: Kejar 22.000 Mw Bauran Energi, PLN Fokus Kembangkan PLTA dan PLTP

Saat Konferensi of Paris bauran energi Indonesia bisa mencapai 23% pada 2025. Selain itu, dalam Konferensi of Paris itu, Indonesia juga bisa mengurangi sebanyak 52 juta ton CO2.

"Dapat kami laporkan sesuai dengan perintah Presiden, EBTKE akan terus didorong, karena pada Konferensi of Paris kita akan berusaha mencapai bauran energi sebesar 23% di tahun 2025," ujar Jonan di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Baca juga: Instruksi Presiden, Menteri Jonan Siapkan Perpres Pengembangan Mobil Listrik

Meskipun begitu, lanjut Jonan, dirinya menilai untuk mencapai target tersebut tidaklah mudah. Apalagi saat ini capaian bauran energi Indonesia masih berada di kisaran 8% hingga 9%.

"Memang ini enggak mudah karena apa yang sudah dicapai sekarang baru sekira 8%-9%. Mungkin. Kalau patokannya tahun politik bisa 12%," jelas Jonan.

Oleh karena itu perlu digenjot sektor-sektor yang dinilai strategis untuk bauran energi ini. Salah satu sektor yang paling bisa diharapkan adalah sektor panas bumi.

Baca juga: Tantangan dan Peluang Gas Indonesia, Apa Saja?

"Untuk listrik bauran energi yang paling bisa diharapkan panas bumi. saat ini pembangkit listrik panas bumi yang sudah cod 1,700 mw. Dan ini masih kecil sekali dari kapasitas 29 ribu mw atau potensi energi dan kita akan coba usahakan makin lama makin cepat," kata Jonan

"Juga untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang sudah di produksi akan dorong terus dan pemerintah akan tetap mempertimbangkan harga keekonomian yang fair bagi pengguna dan produsen," imbuhnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini