Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Ragam Investasi, Plus Minus Pasar Saham

Mengenal Ragam Investasi, <i>Plus Minus</i> Pasar Saham
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kita harus memulai untuk investasi, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Pasalnya, untuk investasi tidaklah sulit. Kita pun harus bisa mengenal ragam investasi yang ada di Indonesia.

Setidaknya ada dua tips jitu dan sederhana dalam berinvestasi di 2017, seperti dikutip dalam JP Morgan Asset Management. Chief Global Strategist JP Morgan Asset Management David Kelly mengatakan, dua strategi investasi yang dibagikannya bisa menjadi resolusi keuangan yang simpel tahun ini.

Pertama hindari bias di negara sendiri. Menurut Kelly kebanyakan para investor di seluruh dunia cenderung berinvestasi pada instrumen investasi yang ada di negara mereka sendiri.

Kedua, jangan terlalu fokus pada performa instrumen investasi yang telah dimiliki. Kelly mengatakan bahwa investor tidak harus bergantung pada instrumen investasi yang telah memberikannya keuntungan dan menambah keragaman instrumen investasi. Namun harus melihat valuasi saat ini dan prospek di masa mendatang.

Valuasi dan prospek saat ini menyarankan agar lebih berhati-hati untuk saham-saham di AS dan optimistis di sekitar saham internasional. Selama beberapa tahun terakhir itulah yang ditunjukkan investor saat ini.

"Investor merenungkan 2016 sebuah tahun yang penuh gejolak politik. Kita harus benar-benar cukup menerima dengan hasil kinerja pasar aset global. Ekuitas global naik sekitar 10% dan obligasi global yang kembali sederhana," kata Kelly.

Menurutnya instrumen investasi saham memang cukup kuat tahun lalu, meskipun didera gejolak politik, seperti Brexit dan hasil pemilihan presiden AS dan jelang pemilu di negara-negara Eropa.

Komoditas juga telah menunjukkan perbaikan. Di mana kenaikan harga-harga komoditas dunia telah mampu menolong negara-negara di dunia dari keterpurukan.

"Kenaikan harga komoditas telah menjadi pendorong utama untuk pasar, membantu negara berkembang ekuitas pasar dan memungkinkan pasar kredit untuk pulih dari tingkat tertekan terlihat tahun lalu," kata Kelly.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement