Produksi Blok Cepu Bakal Digenjot 200 Ribu Barel per Hari

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 21 Januari 2017 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 21 320 1597423 produksi-blok-cepu-bakal-digenjot-200-ribu-barel-per-hari-5DYgmPlI27.jpg Ilustrasi kilang: (Foto: Reuters)

BOJONEGORO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ignasius Jonan, mengatakan, produksi minyak mentah lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, di Kabupaten Bojonegoro, akan dinaikkan dari saat ini 180 ribu barel per hari menjadi 200 ribu barel per hari. Namun, peningkatan produksi minyak mentah itu masih menunggu persetujuan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Saat ini SKK Migas dan Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) sedang mempersiapkan agar persetujuan Amdal dari Kementerian Lingkungan Hidup bisa lebih cepat,” ujarnya saat berkunjung di lapangan migas Banyu Urip, Blok Cepu di Bojonegoro, kemarin.

Menurut Jonan, peningkatan produksi minyak mentah dari lapangan Banyu Urip Blok Cepu ini bisa menambah produksi minyak mentah nasional. Saat ini, kata dia, produksi minyak mentah nasional sekitar 815 ribu barel per hari. Sekitar 20 persen produksi minyak mentah nasional itu diperoleh dari produksi minyak mentah dari lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di Bojonegoro.

“Kalau dari pemerintah inginnya peningkatan produksi ini bisa dilakukan lebih cepat lebih baik,” ujarnya. Vice President Public and Government Affairs Exxon- Mobil Cepu Limited (EMCL) Erwin Maryoto, menambahkan, saat ini sebenarnya sudah dilakukan uji coba peningkatan produksi minyak mentah di lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yakni di kisaran 200 ribu hingga 203 ribu barel per hari.

“Kami diminta oleh SKK Migas melakukan uji coba dengan produksi tinggi. Produksi minyak mentah tanpa fasilitas baru bisa mencapai di atas 185 ribu barel per hari. Kemudian, kami juga ujic oba produksi di atas 200 ribu barel per hari,” ujarnya.

Menurut Erwin, sambil menunggu persetujuan amdal dari Kementerian Lingkungan Hidup, produksi minyak mentah di lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, dalam seminggu ini diuj untuk dinaikkan. “Sudah dilakukan percobaan dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi, mengatakan, potensi cadangan minyak mentah lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, diperkirakan melebihi perkiraan semula. Sebelumnya cadangan minyak mentah lapangan Banyu Urip sekitar 450 juta barel per hari.

“Saat ini sedang diteliti perkiraan cadangan minyak mentah lapangan Banyu Urip sekitar 520 juta barel. Bahkan, ada kemungkinan cadangan minyak mentah lapangan Banyu Urip sekitar 729 juta barel,” ujarnya.

Produksi minyak mentah dari lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, berasal dari 45 sumur. Lapangan migas Banyu Urip, Blok Cepu, berada di areal seluas 450 hektare di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Selain lapangan migas Banyu Urip, Blok Cepu, pihak EMCL juga sedang mengembangkan lapangan migas Kedungkeris yang diperkirakan bisa memproduksi minyak mentah sebesar 5.000 barel per hari.

Dalam kunjungannya, Jonan juga menyatakan dukungan atas keinginan daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas) seperti Kabupaten Bojonegoro untuk mendirikan kilang mini. “Pemerintah mendukung kalau pemerintah daerah mau membangun kilang mini (mini refinery) pakai duit sendiri,” ujar Jonan.

Menurutnya, saat ini pemerintah memang butuh banyak kilang pengolahan minyak mentah. Ia menyebutkan, saat ini kebutuhan konsumsi minyak mentah nasional sekitar 1,6 juta barel per hari. Sedangkan, kemampuan kilang pengolahan minyak mentah di Indonesia saat ini baru sekitar 800 ribu barel per hari.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini