Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Minta Penduduk Miskin Lampung Ikut Nikmati Pertumbuhan Ekonomi

Dedy Afrianto , Jurnalis-Senin, 06 Maret 2017 |11:30 WIB
Presiden Minta Penduduk Miskin Lampung Ikut Nikmati Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,02% sepanjang tahun 2016 lalu. Indonesia pun menduduki peringkat ketiga sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara negara-negara G20.

Tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia ini tidak terlepas dari tingginya pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya adalah Provinsi Lampung yang pada tahun lalu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,15%.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, tingginya pertumbuhan ekonomi ini harus berdampak pada penurunan angka kemiskinan. Salah satunya adalah kata daerah Lampung yang masih memiliki angka kemiskinan sebesar 13,8% dari total jumlah penduduk Lampung.

"Tapi sekali saya minta dan pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi ini juga harus bisa berdampak langsung terhadap 13,8 persen penduduk miskin yang masih ada di Provinsi Lampung," tutur Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Jokowi menambahkan, Provinsi Lampung memiliki potensi besar nada berbagai sektor. Di antaranya adalah pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Sektor ini mampu menyumbang 31,4% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung yang kemudian diikuti oleh industri pengolahan sebesar 18,8%.

Untuk itu, Jokowi mengingatkan agar Provinsi Lampung dapat terus berbenah dan memanfatkan peluang yang ada. Tak terkecuali pada sektor pelayaran mengingat daerah ini adalah salah satu pintu masuk menuju Pulau Sumatera.

"Satu hal yang perlu saya ingatkan bahwa Lampung merupakan pintu gerbang yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa," jelas Jokowi.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement