Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nih, Progres Integrasi Tol Laut dan Jembatan Udara

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 08 Maret 2017 |12:58 WIB
<i>Nih</i>, Progres Integrasi Tol Laut dan Jembatan Udara
Foto: Feby Novalius/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Disparitas harga di wilayah timur Indonesia khususnya Papua masih tinggi. Untuk menyelesaikannya pemerintah berencana mengintegrasikan program tol laut dengan tol udara.

Lantas bagaimana progresnya di tangan Direktur Jenderal Perhubungan Udara yang baru dilantik Agus Santoso?

Agus mengatakan, terhadap jembatan udara atau tol udara akan dikembangkan tidak jauh dari pusat kota terutama Papua. Seperti diketahui, meski hadirnya tol laut harga bahan pokok turun 20%, tapi untuk mendistribusikan ke wilayah pedalaman tetap saja membuat disparitas tetap terjaga.

"Nah itu yang akan bisa kita layani bagikan ke dalam melalui pesawat terbang jenis pesawat angkut untuk mendistribusikan kargo,"tuturnya, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Dalam proses integrasinya, Agus menjelaskan, seperti Sentai, Wamena, Timika, Yaukimo, dan beberapa titik bandara di Papua diintegrasikan dengan pantai Sentani, Sorong, Wamena, dan Merauke.

"Jadi ini titik yang akan diterbangi dengan pesawat udara," tuturnya.

Sekedar informasi, program integrasi tol laut dengan jembatan udara menjadi fokus Presiden Joko Widodo. Orang nomor satu Indonesia ingin pemerintah memastiakn barang yang diangkut melalui tol laut maupun jembatan udara bisa ke daerah pedalaman, terpencil dan pulau terluar.

Sebab, masyarakat di daerah tersebut bukan hanya harus membayar dengan harga berpuluh kali lipat lebih mahal dari yang ada di Jawa, namun juga sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan barang kebutuhan pokok. Jokowi pun meminta agar program tol laut dan jembatan udara dapat terintegrasi. Utamanya adalah kawasan sentra logistik yang dapat mengangkut bahan makan ke daerah terpencil. (kmj)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement