JAKARTA - Indonesia berkomitmen untuk memperbaiki hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat (AS). Komitmen ini diungkapkan setelah adanya kunjungan Presiden Amerika Mike Pence pada April 2017.
"Amerika belum pernah menempati posisi tiga investor teratas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Saya pikir Presiden atau Wakil Presiden (AS) bisa memperbaiki iklim investasi antara Indonesia dan AS," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada KTT ASEAN WEF di Phnom Penh, Kamboja, seperti dilansir dari CNBC.
Sekadar informasi, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat dana investasi asing langsung (FDI) terbesar ke Indonesia pada 2016 adalah Singapura, Jepang, dan China.
Selama kunjungannya ke Indonesia, sebagai bagian dari tur keliling Asia, Pence bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk membahas hubungan perdagangan bilateral antara Amerika dan Indonesia.
Pence mengatakan ada ruang yang signifikan untuk meningkatkan hubungan dagang antara kedua negara. Dia juga mengatakan bahwa Amerika akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengurangi hambatan perdagangan dalam upaya memperbaiki akses pasar di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Airlangga mengatakan Indonesia membuat perbaikan yang nyata dalam membuat lingkungan bisnis lebih baik. "Saya pikir kemudahan berbisnis telah meningkat di Indonesia," kata Menperin.
Saat ini, Indonesia telah naik peringkat ke posisi 91 dalam ranking kemudahan dalam melakukan bisnis 2016 versi Bank Dunia. Angka tersebut naik 15 tingkat dari posisinya sebelumnya di 2015.
"Presiden berkomitmen melakukan banyak deregulasi untuk membuat bisnis (lebih mudah), terutama di sektor manufaktur. Nah, jika ada investasi di sentra manufaktur, di zona industri, investor bisa mendapatkan Lisensi (dalam) tiga jam untuk mengoperasikan bisnis di daerah," tuturnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.