JAKARTA - Usai melakukan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/6/2017), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) optimis kinerja perseroan semakin positif.
Sebagian dana IPO, dikatakan Direktur Utama PT Hartadinata Sandra Sunanto, akan digunakan untuk melebarkan gerai perhiasan emas, salah satunya melalui sistem franchise.
Lantas, berapa banyak modal yang mesti disediakan bagi mereka yang berminat untuk membuka franchise toko perhiasan emas dengan brand milik Martadinata?
Direktur Utama PT Hartadinata Sandra Sunanto mengatakan, besaran modal yang mesti digelontorkan oleh calon pemilik franchise yaitu tergantung luasan gerai yang akan dibuka.
"Berapa besaran modalnya tergantung dari store space-nya," katanya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (21/6/2017).
Dia pun mencontohkan, misalnya untuk gerai dengan luas sekira 25 x 25 meter atau 25 meter persegi, sedikitnya dana yang diperlukan adalah sebesar Rp500 juta.
"(Store) 25 meter persegi kita memberlakukan franchise fee Rp500 juta untuk lima tahun. Dan total investment untuk 25 meter persegi itu Rp4 miliar yang 80% lari ke inventory di toko," tambahnya.
Sekadar diketahui, pada pembukaan perdagangan, saham HRTA tercatat dibuka naik hingga 50% atau 150 poin ke level Rp450 per lembar saham. Harga tertinggi Rp450 dan harga terendah Rp450. Frekuensi 111 kali serta volume transaksi 26,313 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp1,18 miliar.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.