Namun, industri retail di Indonesia justru tidak merasakan dampak dari tingginya nilai konsumsi ini. Menurut Roy, terdapat beberapa hal yang menyebabkan masyarakat memutuskan untuk menahan konsumsi secara makro. Salah satunya adalah inkonsistensi kebijakan pemerintah.
"Misalnya aturan perpajakan, sudah dikeluarkan tapi ditarik lagi. Lalu juga ada pajak kartu kredit, corruption, yang sebabkan masyarakat gundah gulana," ujarnya.
Hal ini pun dinilai turut menjadi alasan utama bagi masyarakat untuk menahan konsumsi. Dampaknya, industri retail pun turut terkena dampak, salah satunya adalah 7-Eleven.
"Jadi industri retail sudah dua tahun ini terpuruk. Ketika masyarakat ingin mengubah pola konsumsi ada aturan yang membuat masyarakat gundah gulana," ujarnya.
Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat mendorong tumbuhnya industri retail di Indonesia. Salah satunya adalah membuka akses bagi investor asing agar dapat melakukan ekspansi gerai retail hingga ke daerah lainnya di Indonesia. (ded)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.