JAKARTA– Kementerian Perhubungan akan memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Muhammad Taufik Kiemas di Pesisir Barat, Lampung, dari semula 1.100 meter menjadi 1.400 meter pada 2017, menjadi 1.600 meter pada 2018.
Pengembangan landasan bandara itu diharapkan dapat membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah yang dikenal dengan wisata lautnya. “Di sini terdapat potensi turis yang luar biasa karena mempunyai tempat surfing terbaik kedua di dunia setelah Hawaii, dan apabila jadi destinasi turis mancanegara maka daerahnya akan semakin berkembang dan ekspor ikan juga akan meningkat,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Budi Karya mengatakan, apabila landasan pacu bandara tersebut sudah diperpanjang maka potensi pariwisata di Kabupaten Pesisir Barat dapat berkembang secara optimal. Saat ini, ujar Budi Karya, tidak ada penerbangan karena panjang landasan pacunya hanya 1.100 meter. Namun dengan penambahan panjang landasan pacunya, maskapai akan datang, demikian juga dengan kunjungan turisnya.
Namun demikian, Budi Karya mengingatkan bahwa selain perbaikan infrastrukturnya, masyarakat sekitar juga harus sadar wisata dengan meningkatkan keramah tamahannya kepada pengunjung.
Sejak 2014 sampai dengan Desember 2016, bandara tersebut melayani penerbangan perintis dengan rute Bengkulu- Krui-Tanjung Karang dan Palembang-Krui-Tanjungkarang oleh maskapai Susi Air. Namun, penerbangan perintis tersebut tidak dapat berkembang sehingga penerbangan perintis tersebut berhenti beroperasi. Budi Karya menjelaskan, tugas Kementerian Perhubungan adalah menciptakan konektivitas di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal.
“Oleh karena itu, kabupaten ini harus dilayani oleh pesawat agar tidak menjadi daerah yang tertinggal dan itu tugas kami untuk menciptakan konektivitas di daerah-daerah tersebut,” ucapnya.
Bandara Muhammad Taufik Kiemas semula bernama Bandara Pekon Seray berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan KP 811 Tahun 2016. Saat ini Bandara Muhammad Taufik Kiemas mempunyai panjang landasan pacu 1.100 meter dan lebar 23 meter. Pada anggaran 2016, pemerintah daerah telah membebaskan lahan seluas 2,8 hektare untuk dukungan perpanjangan landasan pacu tersebut.
Kabupaten Pesisir Barat berjarak 250 km dari Bandar Lampung. Bila ditempuh melalui transportasi darat, lama perjalanan mencapai enam jam, sedangkan bila melalui transportasi udara dapat ditempuh dengan 30 menit penerbangan. Krui sebagai ibu kota dari Kabupaten Pesisir Barat telah dikenal mancanegara sebagai tempat berselancar dengan ombak terbaik kedua di dunia setelah Hawaii.
Saat ini kunjungan wisatawan mancanegara mencapai lebih dari 150.000 orang per tahunnya. Terdapat beberapa area berselancar di Krui yang tersebar di Pantai Tanjung Setia, Mandiri, Labuhan Jukung, dan Pugung Penengahan.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.