Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kejar Pertumbuhan Kredit Double Digit, Dirut Mandiri: Bisa, Kalau Ekonomi 5,3%!

Ulfa Arieza , Jurnalis-Rabu, 19 Juli 2017 |19:08 WIB
   Kejar Pertumbuhan Kredit <i>Double Digit</i>, Dirut Mandiri: Bisa, Kalau Ekonomi 5,3%!
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat perbaikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) secara gross, menjadi 3,82% dari sebelumnya 3,86% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, hingga akhir tahun, Bank Mandiri menargetkan rasio kredit macet secara gross dapat ditekan hingga kisaran 3,5%-3,6%. Selain itu, dia berahap pertumbuhan kredit Bank Mandiri bisa menjadi dua digit.

Dia menjelaskan, Bank Mandiri akan konsisten menempuh strategi perbaikan NPL, yaitu melalui restrukturisasi kredit macet. Selain itu, Bank Mandiri juga menghimpun kewajiban dari nasabah melalui penjualan beberapa aset yang diagunkan.

"Untuk NPL kita selama dua tahun terakhir kita sudah mengadakan restruktursisasi dan collection, juga nasabah di segmen komersial dan sebagian besar dalam proses restrukturisasi," ujarnya dalam paparan kinerja Triwulan II 2017 di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Baca Juga: Kredit Macet Turun, Laba Bank Mandiri Meroket 33% ke Rp9,5 Triliun

Sementara untuk angka penyaluran kredit, sepanjang kuartal II 2017 yakni sebesar Rp682 triliun atau naik 11,6% sebesar Rp71,2 dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp610,9 triliun. Hingga akhir tahun, Bank Mandiri menargetkan angka penyaluran kredit bisa mencapai double digit.

Tiko mengakui, pertumbuhan kredit secara nasional memang belum stabil, apalagi terjadi penurunan kredit dari Mei ke Juni. Oleh karena itu, pertumbuhan kredit sangat dipengaruhi  pertumbuhan ekonomi di semester II-2017.

"Kalau pertumbuhan ekonomi 5,2% -5,3%, maka kredit bisa maksimal sampai batas atas pertumbuhan kreditnya sebesar 13%," kata dia.

Sebagai catatan, Bank Mandiri mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang kuartal II -2017. Bank Mandiri meraup laba bersih sebesar Rp9,5 triliun  patau naik 33,7% sebesar Rp2,4 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp7,1 triliun.

Selain itu, Direktur Teknologi dan Digital Banking PT Bank Mandiri Tbk, Rico Usthavia Frans mengatakan, kewajiban e-money di gerbang tol akan mendongkrak penjualan e-money dari Bank Mandiri.

"Kira-kira targetnya siapkan kartu bisa tambah lagi 2 juta sampai 3 juta kartu e-money di tahun ini," kata dia.

Bank Mandiri mencatat, hingga Juni 2017 kartu pra bayar berlogo e-money yang telah diterbitkan oleh Bank Mandiri sebanyak 9,61 juta kartu. Rata-rata transaksi per bulan sepanjang tahun 2017 ini berjumlah lebih dari 36,8 juta transaksi, dengan total nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 424,4 miliar per bulan.

Saat ini, kartu prabayar berlogo e-money dapat digunakan untuk melakukan transaksi di 4.807 merchant dengan jumlah outlet sebanyak lebih dari 111,8 ribu unit di seluruh Indonesia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement