Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Temui Jack Ma, Menko Darmin Ingin Indonesia Miliki Infrastruktur Pendorong Startup

Dedy Afrianto , Jurnalis-Kamis, 24 Agustus 2017 |12:25 WIB
Temui Jack Ma, Menko Darmin Ingin Indonesia Miliki Infrastruktur Pendorong Startup
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menerima kunjungan CEO Alibaba Jack Ma usai pertemuan the 3rd High Level Economy Dialogue (HLED) Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden RI dengan Jack Ma di Hangzhou pada September 2016 lalu terkait usulan penunjukan Jack Ma sebagai anggota advisory kepada steering committee dari Roadmap E-commerce Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama Dubes RI turut mendampingi Menko Perekonomian bertemu Jack Ma yang ditemani Angel Zhao, Vice President Alibaba Group.

 Baca juga: Jadi Penasihat E-Commerce Indonesia, Jack Ma Tidak Datang sebagai Perusahaan China

Sebelumnya, Menko Darmin pernah berujar, ketika perkembangan teknologi informasi bergerak begitu cepat, Indonesia tidak boleh berhenti menjadi pemakai saja. Melainkan harus bisa menyiapkan infrastruktur untuk mendorong lahirnya bisnis-bisnis pemula (start up). Karena itu, roadmap e-commercemenjadi salah satu perhatian pemerintah.

"Di situlah peran pemerintah dalam mendorong lahirnya pelaku-pelaku bisnis kecil menengah. Meski tingkat kegagalannya cukup tinggi, tapi bagi yang berhasil, dia akan dengan cepat bisa mengkapitalisasi usahanya," kata Darmin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/8/2017).

 Baca juga: Tokopedia Dapat Suntikan Rp14,6 Triliun, Mendag: Dapat Meningkatkan Perdagangan

Menkominfo Rudiantara mengungkapkan, pertemuan dengan Jack Ma ini membahas pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Adanya infrastruktur TIK akan memberikan akses ke seluruh lapisan masyarakat dan penjuru negara. Tak hanya itu, infrastruktur jenis ini juga akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat di pedesaan maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Oleh karena itu, infrastruktur TIK harus dijadikan proses "leap frog" bagi masyarakat pedesaan dan UMKM dalam aktivitas ekonomi baru,” lanjutnya.

 Baca juga: Potensi E-Commerce USD130 Miliar, tapi Mengubah Pola Berdagang Jadi Digital Tak Mudah

Indonesia juga akan segera melakukan transformasi sistem logistik agar pergerakan barang menjadi lebih mudah efisien. Selain itu, sistem pembayaran juga harus menjadi ekosistem strategis dari pengembangan E-Commerce.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement