PADANG – Pemerintah berencana membangun jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru sepanjang 240 kilometer (km). Pembangunan jalan tol tersebut akan dimulai pada 2018 mendatang.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan akan menggunakan pinjaman dari Pemerintah Jepang. Selain itu, pembangunan jalan tol juga akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi cukup besar mencapai Rp35 triliun.
Baca juga: Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Dimulai 2018, Dananya Capai Rp35 Triliun
Sementara itu, dari sisi konstruksi, Menteri Basuki menjelaskan akan menggunakan terowongan menembus bukit akan menjadi pilihan untuk memperpendek jarak dan mengurangi luasan lahan yang harus dibebaskan. Jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru memiliki rute yang sangat panjang sehingga rest area yang akan dibangun juga cukup banyak.
Baca juga: Wah, Jokowi Tawarkan Proyek Tol Padang-Pekanbaru ke Jepang
Keberadaan rest area ini nantinya, tambah Menteri Basuki akan mengakomodir usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masyarakat sehingga kehadiran jalan tol meskipun penting untuk mempercepat mobilitas barang dan jasa, namun tidak mematikan ekonomi UMKM.
Baca juga: Dimulai 6 Bulan Lalu, Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Sudah 47%
Ruas tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru akan terhubung dengan Tol Trans Sumatera yang merupakan bagian dari ASEAN Higway. Dengan adanya ruas tol ini akan mempersingkat jarak tempuh antara Padang-Pekanbaru yang biasa ditempuh 8 hingga 10 jam menjadi 3 atau 4 jam saja. Pembangunan tol ini tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi bagi Provinsi Sumatera Barat dan Riau khususnya dan Pulau Sumatera pada umumnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.