Kalau Tidak Ingin Anak Boros, Hindari Beli Barang Branded!

Agregasi Minggu 10 September 2017 05:38 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 09 320 1772778 kalau-tidak-ingin-anak-boros-hindari-beli-barang-branded-KEoDfc2cru.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Anak adalah buah hati yang sudah seharusnya dijaga dan diperhatikan. Karena begitu sayangnya, sering kali Anda sebagai orang tua memanjakan anak dan sering kali juga membuat mereka menjadi anak yang tidak peduli dengan lingkungannya. Bukankah mendidik sejak dini untuk memperlakukan uang dengan baik adalah hal yang bagus dalam mendidik anak?

Beberapa hal yang sering dilakukan dan sudah seharusnya diubah adalah jangan memperlakukan anak secara berlebihan seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Ketika Anak Lahir, Selalu Disertai Barang Baru

Ketika anak lahir, orang tua cenderung membelikan barang-barang baru untuk buah hatinya. Cobalah memanfaatkan benda-benda yang masih bisa terpakai daripada membeli barang baru. Anda juga bisa menggunakan barang-barang dengan meminjamnya dari teman atau saudara.

Bila perlu, Anda bisa menyewanya. Banyak juga jasa service penyewaan peralatan bayi dan mainan bayi. Anda bisa memanfaatkan hal itu. Selain lebih murah, hal itu juga akan membuat Anda dapat lebih berhemat.

2. Belanja Lebih dari yang Seharusnya

Anda sering belanja dengan daftar belanja yang sudah disiapkan sebelumnya. Akan tetapi, kadang-kadang Anda sering belanja lebih dari yang seharusnya. Anda sering belanja kebutuhan anak tanpa memperhitungkan apakah itu benar-benar dibutuhkan atau tidak. Cobalah untuk menahan diri dan mencoba untuk tetap fokus pada kebutuhan yang sudah terdaftar.

3. Membeli Barang-Barang Branded

Karena ingin memberikan yang terbaik bagi anak, terkadang Anda membeli barang-barang branded untuk si kecil. Siapa orang yang tidak ingin melihat anaknya senang? Akan tetapi, perlu diingat si kecil tidak akan tahu-menahu tentang merek apa yang akan dikenakan dan sedang dimainkannya.

Kitalah sebagai orang tua yang mestinya menyadari. Membeli barang-barang branded adalah kesukaan dan keinginan Anda sebagai orang tua. Karena itu, cobalah menahan diri untuk tidak menuruti kemauan Anda membeli barang-barang branded untuk si kecil.

4. Selalu Menghadiahi Si Kecil

Memberi apresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan si kecil sebenarnya sah-sah saja. Namun, selalu membelikannya hadiah akan mendidiknya menjadi konsumtif. Sebenarnya, tidak harus selalu dengan membelikannya sesuatu.

Cobalah memberikan pujian atau ajak makan bersama. Atau juga ajak anak untuk mengunjungi tempat-tempat yang menarik dan mempunyai nilai pendidikan. Hal ini akan membantunya untuk tetap terdorong dan sekaligus mendidiknya untuk berhemat. Ajarkan hidup hemat sejak dini karena hal ini akan membentuk karakternya sampai tumbuh dewasa.

5. Membelikan Paket Tiket Masuk ke Taman Hiburan

Membeli tiket terusan dalam satu paket yang ditawarkan penyedia taman wisata adalah langkah pemasaran yang banyak diambil tempat-tempat wisata. Memang hal ini terkesan lebih murah dan menyenangkan. Tapi, perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya hal ini membuat Anda akan lebih boros. Sebab tidak mungkin juga Anda akan membelanjakan tiket itu setiap bulan. Selain membuat bertambahnya pengeluaran, hal semacam ini juga akan mendidik anak kita menjadi konsumtif.

Karena itu, hindari membeli paket tiket atau free pass yang banyak disediakan wahana-wahana hiburan. Cobalah membuat variasi dalam berlibur dan mengisi liburan. Kenalkan anak dengan alam dan cobalah ajak mereka ke tempat-tempat yang mendidik, seperti museum, perpustakaan, atau taman raya.

6. Membeli Mainan Terlalu Banyak

Untuk membahagiakan anak, terkadang Anda sebagai orang tua sering menuruti apa yang selalu diinginkan si kecil. Anda selalu membelikan mainan yang diinginkan anak dan mewujudkan keinginannya. Hal seperti ini juga bisa berkaibat kurang baik bagi buah hati. Sebab akan mendidik anak menjadi konsumtif dan manja.

Cobalah memberikan pengertian dengan bahasa yang mudah dimengerti. Dengan begitu, Anda akan dapat mendidiknya dan menghindarkan dari hal-hal buruk sejak dini dan tentunya terhindar dari sifat boros.

Anak adalah titi pan dari Tuhan yang harus dijaga. Menjaga anak bukan berarti menuruti segala keinginannya. Menjaga anak juga bisa berarti mendidik mereka dan memberikan nilai-nilai positif sejak dini sesuai dengan usia dan kapasitasnya agar tumbuh menjadi anak yang mandiri dan berguna.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini