nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Persulit Izin, Mendagri Minta Pemda Dukung Sektor Properti

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 14 September 2017 19:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 14 470 1776114 jangan-persulit-izin-mendagri-minta-pemda-dukung-sektor-properti-87sRC7rxms.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

TANGERANG - Keinginan pemerintah untuk selalu memberdayakan peran swasta dalam proses pembangunan kembali digaungkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Mendagri meminta pemerintah daerah (pemda) untuk tidak menghambat swasta dalam membangun daerah.

"Peran swasta harus diberdayakan, jangan dihambat perizinan seperti di Meikarta, Bekasi. Izin dari kabupaten sudah ada, kemudian terhambat," ujar Mendagri dalam acara Rakernas Real Estate Indonesia (REI) yang digelar di ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis (15/9/2017),

Baca Juga: 

Menurutnya, kebijakan Presiden harus disinkronkan dan disinergikan dengan baik oleh Bupati, Walikota, dan Gubernur. Sebab, dalam pelaksanaan pembangunan dan peran swasta itu mutlak diperlukan.

"Banyak pengembang swasta ingin membangun daerah dan meningkatkan daerah, tetapi banyak hambatan masalah perizinan," tegasnya.

Baca Juga: 

Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata mengungkapkan kegiatan Rakernas REI yang dielaborasi dengan Indonesia Future City diharapkan mampu melahirkan satu rule model dalam pengembangan kota-kota pintar (smart city) di masa depan.

Sebab, tegas dia, salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan di Indonesia adalah hadirnya kota masa depan yang maju dan berdaya saing. Hal ini juga selaras dengan apa yang dicanangkan Pemerintah mengenai pembangunan kota masa depan (future city).

REI menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintah membangun kota baru dan menciptakan sistem kota masa depan yang efisien dan livable. Dengan kompetensinya, pengembang anggota sudah terbukti mumpuni dalam membangun kota baru (township).

“Sektor swasta harus berperan lebih luas dalam membangun sentra-sentra pertumbuhan ekonomi di luar Jawa, seperti pembangunan kota baru, kawasan wisata, kawasan industri, dalam rangka redistribusi (penyebaran dan pemerataan) pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia,” tegas Soelaeman.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini