JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data ekspor dan impor Indonesia selama Agustus 2017. Adapun nilai impor Agustus 2017 tercatat sebesar USD13,49 miliar atau alami penurunan 2,88% dibandingkan Juli 2017 atau month to month (mtm).
Kepala BPS Kecuk Suharyanto mengatakan meski secara bulanan mengalami penurunan tapi dibandingkan dengan tahun sebelumnya masih mengalami kenaikan. Kenaikan tercatat sebesar 8,85% dibandingkan Agustus 2017.
Baca juga: Pengiriman Produk Kimia Turun 8,18%, Ekspor Agustus Tetap Melesat 19,24%
"Impor Agustus USD13,49 miliar, turun dari sebelumnya 2,88%, baik untuk migas dan non migas. Tapi total impor dibandingkan tahun sebelumnya naik 8,89%, jadi mtm turun tapi yoy lebih baik," ungkapnya di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (15/9/2017).
Impor nonmigas Agustus tercatat sebesar USD11,53 miliar atau turun 4,80% dibandingkan Juli 2017. Serta impor migas mengalami kenaikan 10,16% atau sebesar USD1,96 miliar.
Baca juga: BREAKING NEWS: Neraca Perdagangan Surplus USD1,72 Miliar, Terbesar Sejak 2012
"Peningkatan impor nonmigas terbesar adalah golongan buah-buahan USD63,6 juta sedangkan yang turun perhiasan dan permata sebesar USD184,1 juta," jelasnya.
Sementara itu, negara-negara pemasok barang impor terbesar ke Indonesia selama periode Januari-Agustus 2017 masih ditempati oleh 3 negara besar yakni Tiongkok, Jepang dan Thailand. Tercatat impor Tiongkok (China) senilai USD21,88 miliar, Jepang USD9,69 miliar dan Thailand USD6,13 miliar.
"impor non migas selurus negara Asean sebesar 20,54% dan dari negara Uni Eropa 9,41%," tukasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.