Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Simak! Pakai Cara Ini, Investor Bakal Tertarik Bangun Tol

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Jum'at, 15 September 2017 |21:58 WIB
Simak! Pakai Cara Ini, Investor Bakal Tertarik Bangun Tol
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ mengatakan, pembangunan ruas tol Serang-Panimbang telah melewati proses pre qualification (PQ) dan saat menunggu yang Badan Usaha Jalan Tol lolos tahap ini dan mengikuti skema Availability Payment (AP).

"Serang-Panimbang sudah pre qualification. Kita akan coba untuk yang lain, yang secara lalu lintasnya memang belum banyak dilalui. Yang bayangan saya Samarinda-Bontang. Karena lihat itu lalu lintasnya belum, ini yang paling cocok," ungkapnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Menurutnya, skema AP dipilih karena memerlukan kepastian pendapatan. Dan skema tersebut paling cocok untuk dilakukan di perkotaan.

"AP itu prinsipnya yang membayar pemerintah, dicicil. Sehingga tidak tergantung kondisi volumenya. Volumenya akan tumbuh, enggak apa-apa, pada waktunya pemerintah yang ambil. Tapi untuk membangun, kalau kita kaitkan dengan volume, enggak cukup uangnya," jelasnya.

Sementara itu, dia menjelaskan dengan skema AP ini maka ruas tol yang sepi bahkan tak layak sekalipun bisa menjadi menarik bagi investor. Dengan cara ini, investor juga merasa mendapat kepastian dalam pembayaran yang disepakati bersama pemerintah.

"(Ruas tol) hampir semua bisa. Bahkan yang layak pun bisa sebetulnya dengan cara pendapatannya dikumpulkan tersendiri, dipakai untuk kembali. Investor semuanya malah seneng, karena lebih pasti. Yang nextnya, yang punya nature (lalu lintas sedikit) seperti ini, akan kita dorong dengan AP. Kita punya pipeline beberapa ruas. Bawen-Yogya juga kita lagi lihat skemanya," tukasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement