CHICAGO - Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para investor mencari perlindungan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD2,7, atau 0,21%, menjadi menetap di USD1.297,5 per ounce.
Baca juga: Harga Emas Dunia Anjlok Tertekan Keputusan The Fed
Pejabat-pejabat Korea Utara pada Kamis (21/9) malam mengancam akan menguji bom hidrogen di Samudra Pasifik, yang meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea. Sebelum itu, Presiden AS Donald Trump mengancam untuk "menghancurkan secara total" Korea Utara jika menyerang AS atau sekutunya.
Emas sering digunakan sebagai tempat berlindung di saat terjadi gejolak politik atau ekonomi, sementara aset-aset yang dianggap berisiko seperti saham dibuang.
Baca juga: Ketegangan Geopolitik Mulai Mereda, Emas Berjangka Malah Lesu
Logam mulia mendapat dukungan lebih lanjut, karena Indeks Dolar AS turun sebesar 0,2% menjadi 91,99. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS turun, emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih murah bagi para investor.
Baca juga: Waduh, Harga Emas Global Turun Tiga Hari Berturut-turut
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 3,8 sen atau 0,22% menjadi ditutup pada USD16,98 per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober turun USD7,8 atau 0,83%, menjadi menetap di USD932,1 per ounce.
(Fakhri Rezy)