JAKARTA - Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan harga emas dunia dan logam mulia akan mengalami fluktuasi tajam dengan kecenderungan menguat signifikan pada pekan pertama Januari 2026.
Berdasarkan analisisnya, ketegangan geopolitik global yang eskalatif dan dinamika politik di Amerika Serikat menjadi motor utama yang akan memicu lonjakan harga atau gap up pada pembukaan perdagangan Senin pagi.
"Ada kemungkinan besar di minggu depan sampai hari Sabtu, Sabtu pagi kemungkinan kalau harga emas dunia naik, harga logam mulia itu di Rp2.610.000," ujar Ibrahim dalam rilis proyeksinya, Minggu (4/1/2026).
Ibrahim menjelaskan bahwa harga emas dunia ditutup pada level USD4.332 per troy ounce pada Sabtu pagi, dengan harga logam mulia domestik berada di angka Rp2.488.000 per gram. Ia memaparkan dua skenario utama untuk sepekan ke depan.
Jika harga emas dunia mengalami koreksi ke level USD4.258 pada hari Senin, maka harga logam mulia diperkirakan turun ke Rp2.458.000.
Namun, skenario kenaikan jauh lebih kuat terlihat di mana emas dunia diprediksi mampu meloncat ke USD4.426 pada Senin pagi, yang akan mendorong harga logam mulia ke level Rp2.518.000.
Faktor utama yang menggerakkan pasar adalah rentetan peristiwa geopolitik luar biasa di awal tahun. Ibrahim menyoroti serangan drone ke kediaman resmi Putin yang memicu balasan masif Rusia ke Ukraina, serta ketegangan di Iran akibat intervensi Amerika Serikat terhadap demonstrasi besar-besaran di sana.