Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkatkan Pelayanan di Pelabuhan, Menhub: Kita Coba Seminggu Full Tanjung Priok Dibuka

Giri Hartomo , Jurnalis-Selasa, 10 Oktober 2017 |18:52 WIB
Tingkatkan Pelayanan di Pelabuhan, Menhub: Kita Coba Seminggu <i>Full</i> Tanjung Priok Dibuka
Foto: Giri Hartomo/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Pelabuhan menjadi salah satu hal terpenting dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Pasalnya Pelabuhan menjadi jalur atau akses perdagangan Internasional.

Oleh karena itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan terus mendorong PT Pelindo II untuk meningkatkan kinerjanya. Misalnya dengan cara tidak ada waktu libur bagi pelabuhan Tanjung Priok untuk melayani kapal yang masuk.

"Pelabuhan Tanjung Priok itu dwelling timenya masih 3 hari. Stakeholder di Tanjung Priok masih perlu ditingkatkan. Selama seminggu full seharusnya Tanjung Priok Buka. Dengan adanya internet semua pihak di lapangan bisa melakukan pengecekan dari tempatnya masing-masing. Kita lagi coba, enggak ada waktu off," ujarnya dalam acara Indonesian CEO Talk 'Dampak Integrasi Pelabuhan dan Logistik Terhadap Perekonomian Indonesia' di The Hermitage Hotel, Jakarta, Selasa (10/10/2017)

Baca juga: Kembangkan 30 Bandara dan Pelabuhan, Kemenhub Targetkan Efisiensi Rp1 Triliun

Dengan pelayanan yang nonstop lanjut Budi, arus keluar masuk kargo akan bisa menjadi semakin besar. Dan tentunya ini sangat bagus untuk menggeliatkan dunia bisnis yang berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

"Saya pikir mau tidak mau mendorong pelabuhan ini harus memberikan service yang baik. Jadi logistik Indonesia mampu membawa perekonomian baik. Pertumbuhan ekonomi kita sudah jadi nomor 3 tertinggi di G20 di bawah cina dan India," jelas Budi

"Apabila Sabtu Minggu tidak libur maka barang mengalir. Saya pikir IPC akan dapat manfaat yang banyak," imbuhnya.

Baca juga: Mantap! 13 Pelabuhan di Indonesia Sudah Terapkan Sistem Online

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan sulit untuk menerima pelayanan saat akhir pekan. Sebab di Pasar Tanjung Priok juga terdapat pemangku kepentingan lain seperti Bea Cukai, Karantina dan Kementerian serta lembaga terkait lainnya, khususnya untuk urusan administrasi.

"Mohon maaf Pak Menteri dokumen tidak bisa weekend, karena enggak mungkin teman-teman enggak akan libur," jelasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement