Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ingat! Laporan Keuangan Emiten Bayangi Laju IHSG Pekan Ini

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 16 Oktober 2017 |11:03 WIB
Ingat! Laporan Keuangan Emiten Bayangi Laju IHSG Pekan Ini
Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini akan sangat dipengaruhi oleh rilis laporan kinerja keuangan sejumlah emiten pada kuartal III/2017.

Selain itu, pasar juga masih menunggu data ekonomi dalam negeri, seperti neraca perdagangan dan keputusan suku bunga atau Bank Indonesia 7-day Repo Rate. Vice President Research Department Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, IHSG saat ini masih terus menantikan capital inflow yang signifikan terjadi ke dalam pasar modal di Tanah Air dengan komposisinya yang terus berlanjut. “Untuk penopang pergerakan IHSG berupa stabilnya kondisi perekonomian sehingga menjadi salah satu daya tarik yang besar dalam berinvestasi di negara kita,” kata William di Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Dibuka Menguat di 5.928, IHSG Melangkah Perlahan Menuju Rekor Baru

William menjelaskan, sementara pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih menjadi salah satu tantangan terhadap kembalinya capital inflow ke dalam pasar modal di Indonesia. “Untuk Senin besok, saya memprediksi IHSG berpotensi untuk kembali menguat dengan kisaran indeks di 5.841 hingga 5.967,” katanya. Analis Binaartha Parama Sekuritas, Nafan Aji mengatakan, IHSG pada perdagangan Jumat (13/10) ditutup melemah 0,04% ke level 5.924,13. IHSG sempat menyentuh titik tertinggi 5.947,86 sebelum akhirnya terkoreksi. Meski demikian, selama sepekan indeks mampu menguat 0,32%.

“Penguatan pekan lalu didorong kinerja penjualan ritel per Agustus sebesar 2,2% yoy. Sentimen positif juga berasal dari efek domino ekonomi membaiknya kinerja bursa Wall Street, Amerika Serikat. Bursa Asia juga ikut membaik. Ditambah lagi, kondisi perekonomian global kondusif,” kata Nafan. Menurutnya, pelaku pasar menantikan data ekonomi dalam negeri, seperti neraca perdagangan dan keputusan suku bunga atau Bank Indonesia 7-day Repo Rate. Neraca perdagangan di prediksi surplus, meskipun lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. “Laporan keuangan emiten kuartal tiga yang rilis bulan ini diproyeksikan solid sehingga menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG,” ujarnya.

Baca Juga: Mantap! Merangkak Naik, IHSG Terus Menguat ke 5.934

Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengungkapkan, per gerakan IHSG pada pekan ini di per - kirakan akan berada kisaran level support 5.855-5.895 dan resisten 5.956- 5.966 dibandingkan pekan sebelumnya di level support 5.865-5.885 dan resisten 5.948-5.973. “Meski pada akhir pekan terjadi pelemahan. Namun, secara mingguan laju IHSG cenderung menguat seiring terjaganya aksi beli. Pada pe kan depan jika aksi beli ini dapat kembali terjaga, maka IHSG masih berkesempatan untuk kembali menguat,” ujar Reza.

Menurut dia, tentu sentimen maupun berita yang muncul bisa memberikan sentimen positif pada IHSG. Sentimen dari global masih akan dicermati pelaku pasar dan imbasnya terhadap kondisi dalam negeri, terutama terhadap pergerakan di pasar obligasi dan rupiah. “Tetap cermati berbagai sentimen yang dapat menahan peluang kenaikan IHSG serta waspadai potensi pelemahan akibat aksi ambil untung,” katanya. Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan, laju IHSG sepanjang pekan lalu terus mengalami penguatan menuju 6.000 poin.

Baca Juga: Akhir Pekan, IHSG Turun 0,01% dan Asing Nett Sell Rp194,8 Miliar

Selama sepekan terakhir IHSG telah menguat 0,31% menjadi 5.924,12 poin dari 5.905,37 poin pada penutupan akhir pekan sebelumnya. “Nilai kapitalisasi pasar BEI sepanjang periode 9-13 Oktober 2017 ikut meningkat 0,47% menjadi Rp6.509,77 triliun dari Rp6.478,81 triliun pada akhir pekan sebelumnya,” ujar dia. Rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami kenaikan 8,41% menjadi Rp6,96 triliun dari Rp6,42 triliun sepekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga mengalami kenaikan 22,71% menjadi 9,13 miliar unit saham dari 7,44 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Sedangkan rata-rata frekuensi harian ikut meningkat 3,47% menjadi 288.150 kali transaksi dari 278.470 kali transaksi sepekan sebelumnya. “Investor asing kembali mencatatkan jual bersih sepanjang pekan dengan nilai Rp1,33 triliun. Sepanjang tahun ini investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp15,64 triliun,” katanya

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement