Terungkap! Kreatif dengan Teknologi Jadi Kunci Arsitektur Masa Depan

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 01 November 2017 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 01 470 1806403 terungkap-kreatif-dengan-teknologi-jadi-kunci-arsitektur-masa-depan-MuU6NI14yw.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Dengan pesatnya perkembangan teknologi, dunia arsitektur juga turut mengalami kemajuan. Selain proses pembangunan yang lebih efisien, konsep rancangan yang diterapkan juga kian beragam dan unik.

Sebagai negara yang besar dan kaya akan budaya, Indonesia juga memiliki potensi untuk menjadi aktor global dalam dunia seni arsitektur. Ahli arsitektur Cosmas D Gozali yang mengatakan kekayaan material di Indonesia juga sangat melimpah. Para ahli di Tanah Air hanya perlu memadukannya dengan teknologi. “Kita tinggal berpikir bagaimana caranya kita bisa membuat sesuatu yang tradisional menjadi global. Itu merupakan gagasan yang harus kita kembangkan,” kata Cosmas pada seminar Future Art-chitecture pagelaran Institut Kebudayaan Italia di Jakarta kemarin. Garis batas antarnegara pada zaman sekarang sudah menjadi transparan.

Semua orang di seluruh dunia dapat melihat kemajuan negara lain. Salah satu perhatian utama yang dapat mengunci keter tarikan mereka ialah gedung-gedung unik. Hal itu juga berlaku di Indonesia. Sebenarnya Indonesia memiliki sejumlah ahli arsitektur kreatif yang mampu membangun berbagai bangunan dengan konsep unik. Namun, sebagian besar masih kurang berani berpikir berbeda dari kebanyakan orang. Indonesia dapat memamerkan kekayaan budaya kepada dunia. “Kita harus gigih dan tetap semangat. Saya ingin mengajak orang Indonesia untuk berpikir ke depan dan menggunakan produk lokal dalam merancang bangunan,” tandasnya.

Sebagian arsitek di Indonesia memang memilih konsep yang mudah dan murah sehingga tingkat kegagalannya kecil. Namun, menurut Cosmas, kegagalan merupakan bagian dari kesuksesan. Dia yakin kemampuan para ahli arsitek di Indonesia mampu menyetarai para arsitek di luar negeri. “Jika bicara manufaktur, kita mungkin tidak bisa mengalahkan China. Jika bicara teknologi tinggi manufaktur, kita mung - kin tidak bisa menga lah kan Jerman. Tapi kita punya ke le bihan lainnya, yakni rancangan dan kreativitas,” ucap Cosmas.

Dalam beberapa proyeknya, Cosmas menerapkan konsepkonsep yang unik. Selain membangun rumah dengan atap susunan bambu, dia juga membuat berbagai rancangan rumah yang terinspirasi konsep lokal seperti daun pisang atau te la - wang, perisai khas suku Dayak. Arsitek harus berpikir ke depan dalam menanamkan gagasan mereka. Saat ini banyak arsitek yang menginginkan kebebasan sehingga mereka dapat membuat apa saja dari material apa saja. Perubahan ini juga terjadi di seluruh dunia. Ahli arsitektur dari Italia Antonio Pio Saracino juga mengaku ar sitek telah menjadi bagian dari seni sehingga banyak yang tidak ingin terkekang. Antonio sen diri banyak mengambil inspirasi dari alam dalam merancang sebuah bangunan.

“Karena sejak kecil saya memang berada di kota kecil,” ujar Antonio. Dalam satu karyanya, dia membuat rumah dengan konsep “hutan artifisial”. Artinya, bentuk bayangan dari cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah mirip dengan bayangan daun-daun. Menurut Antonio, semua arsitektur memiliki kelebihannya masing-masing.

“Hidup itu penuh dengan ide yang inspirasional. Ide itu bisa datang dari berbagai sumber. Kita hanya per lu melihat konteks, siapa yang akan menggunakan bangunan yang akan kita rancang,” katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini