Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RAHASIA SUKSES: Berkat Hermes, Bertrand Puech Masuk Daftar Miliarder Prancis

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Sabtu, 04 November 2017 |18:04 WIB
RAHASIA SUKSES: Berkat Hermes, Bertrand Puech Masuk Daftar Miliarder Prancis
(Foto: Etre Riche)
A
A
A

JAKARTA - Mengembangkan bisnis keluarga memang bukan perkara mudah. Pasalnya, seiring berjalannya waktu maka perusahaan dituntut untuk mencari cara bertahan di tengah gempuran, baik karena model bisnisnya, ataupun karena produknya yang tidak lagi visible.

Meski begitu, Bertrand Puech tetap mempertahankan Hermes sebagai brand kelas atas, dan membuktikan diri bahwa perusahaan tersebut mampu beradaptasi. Lahir pada 18 Februari 1936 di Paris, Puech menjadi seorang pengusaha Prancis yang bekerja di industri yang “mewah” ini.

Cucu pendiri Émile Hermès, saudara Nicolas Puech dan sepupu Jean-Louis Dumas ini telah memegang berbagai posisi penting di dalam Grup Keluarga Hermès International Bergabung dengan bisnis keluarga pada 1997, dia dipercaya memegang jabatan sebagai Wakil Manajer Umum Sumber Daya Manusia selama delapan tahun, kemudian menjadi Presiden Dewan Pengelola Hermès International sebelum menyerahkan pada keponakannya di 2012.

Meski begitu, Hermès bukan berdiri tanpa terpaan angin. Pada 2010, perusahaan keluarga ini harus menyerah, dan menjual sebagian sahamnya pada rival mereka Louis Vuitton (LVMH) sebesar 22,28%. Saat itu, Bertrand Puech berpartisipasi dalam menentukan penjualan tersebut, sehingga memastikan operasional perusahaan tetap berjalan meskipun Nicolas Puech, saudara Bertrand Puech, menolak untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Hermès sendiri, berdiri pada tahun 1837, setelah leluhur mereka, Thierry Hermes, mendirikan sebuah bengkel kecil yang membuat kuda kekang, baju zirah, dan sadel di Paris, Prancis. Pada tahun 1880-an, Charles-Emile Hermes kemudian mengambil perusahaan tersebut dan menyerahkan bisnisnya kepada anak-anaknya pada awal 1900-an.

Perusahaan ini mulai memperluas lini produknya dengan pakaian, jam tangan, sarung tangan, perabot, dan parfum. Pada tahun 1930an, bisnis menyebar ke Serikat Bersatu. Pada tahun 1951, Emile-Maurice Hermes,

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement