Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lahan Berlimpah, Pengusaha Ingin Pemerintah Atur Pembangunan Hotel di Indonesia

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 13 November 2017 |20:25 WIB
Lahan Berlimpah, Pengusaha Ingin Pemerintah Atur Pembangunan Hotel di Indonesia
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bisnis hotel di Indonesia masih banyak diminati oleh investor. Hal tersebut terbukti dari jumlah pertumbuhan kamar hotel yang sangat berkembang pesat.

Menurut data Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) saat ini ada sekitar 2.300 hotel berbintang yang ada di Indonesia dengan total kamar sekitar 290.000. Sementara untuk kategori hotel nonbintang berjumlah sekitar 16.000 hotel dengan total kamar 285.000 kamar.

Bahkan pada tahun depan akan ada tambahan pasokan kamar baru di Indonesia. Dimana jumlahnya mencapai 55.000 kamar hotel dari ratusan hotel.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Soekamdani mengatakan Banyaknya pembangunan hotel juga berdampak buruk karena berakibat over supply. Sehingga sudah saatnya pemerintah turun tangan untuk mengatur pembangunan hotel khususnya di daerah-daerah seperti Yogyakarta, Solo hingga Bali.

"Saya rasa yang mesti 2017 dilihat seperti Bali yang harus dikontrol betul kemudian Jogjakarta, Solo, Makassar itu semua sudah mulai ramai. Kalau yang lain masih bisa," ujarnya saat ditemui di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Hariyadi juga mengaku heran kenapa masih banyak para investor yang tertarik berinvestasi di wilayah yang sudah memiliki jumlah hotel yang banyak. Padahal hal tersebut sangat tidak bagus untuk iklim bisnis hotel.

"Saya belum paham kenapa investornya masih tertarik membangun hotel (di situ) kalau nantinya tidak untung. Kan kita bisnis maunya untung. Ngapain kalau tidak untung. Karena pada akhirnya mereka akan kesulitan juga," ucap Hariyadi.

"Kalau pemerintah bisa kendalikan ini maka akan bisa ciptakan persaingan yang lebih sehat," imbuhnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement